Ali Lubis Dorong Pemprov DKI Terapkan Solusi Jangka Panjang Atasi Sampah Muara Angke

waktu baca 3 menit
Senin, 8 Jun 2026 06:35 0 65 Redaksi

JAKARTA|Eranews.id – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menangani tumpukan sampah yang sempat menggunung di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara. Namun, ia menegaskan penanganan tersebut harus diikuti dengan solusi jangka panjang agar permasalahan serupa tidak terus berulang.

Ali mengatakan keberhasilan Pemprov DKI Jakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), petugas lapangan, dan berbagai pihak terkait dalam membersihkan sekitar 8,8 ton sampah di Muara Angke patut diapresiasi. Menurutnya, respons cepat pemerintah berhasil mencegah dampak yang lebih luas terhadap lingkungan pesisir dan aktivitas masyarakat setempat.

“Yang pertama saya mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas LH dan petugas lapangan serta seluruh pihak yang telah berhasil membersihkan tumpukan sampah di kawasan Muara Angke yang sempat viral sampai berbentuk pulau selama empat hari ini sebanyak 8,8 ton,” kata Ali Lubis kepada wartawan, Senin (8/6/2026).

Ia menilai gerak cepat yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir Jakarta sekaligus melindungi ekosistem laut dari dampak pencemaran sampah.

“Gerak cepat ini menunjukkan keseriusan Pemprov dalam menjaga lingkungan pesisir Jakarta dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap ekosistem laut maupun aktivitas masyarakat pesisir,” ujarnya.

Meski demikian, Ali mengingatkan bahwa pembersihan sampah yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara. Menurutnya, akar persoalan harus segera diselesaikan mengingat masih banyak sampah rumah tangga yang berpotensi masuk ke sungai dan akhirnya bermuara di kawasan pesisir Muara Angke.

“Persoalan utamanya adalah bagaimana agar sampah-sampah tersebut tidak lagi menumpuk hingga menjadi pulau di Muara Angke,” katanya.

Untuk itu, Ali mendorong Pemprov DKI Jakarta merumuskan kebijakan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Salah satu langkah yang diusulkan adalah memperkuat sistem penahan sampah di hulu sungai melalui pemasangan jaring, sekat, dan alat penangkap sampah pada sungai-sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke sungai.

Ali juga mengusulkan agar inspeksi dan pembersihan rutin dilakukan pada aliran sungai menuju Muara Angke, disertai percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern yang mampu mengurangi beban sampah di ibu kota.

Tak hanya itu, ia mendorong pemberian insentif kepada masyarakat yang aktif mengelola sampah secara mandiri. Sebaliknya, pelaku pembuangan sampah sembarangan ke sungai perlu dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan proses pembersihan tumpukan sampah di Muara Angke memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat hari. Ia menyebut jika tidak dibersihkan secara rutin, sampah yang terbawa aliran sungai akan terus menumpuk hingga membentuk “pulau sampah” seperti yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Pramono menjelaskan kawasan Muara Angke menjadi titik akhir aliran sejumlah sungai di Jakarta. Sedikitnya terdapat 13 sungai yang bermuara di kawasan tersebut sehingga sampah yang terbawa arus kerap mengendap dan menumpuk.

“Muara Angke adalah tempat ujung dari sungai-sungai yang ada. Ada 13 sungai, salah satunya kemudian muaranya di Muara Angke. Begitu mereka keluar, selama ini mengalami pengendapan di sana dan ini sudah berlangsung lama,” ujar Pramono.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen melakukan pembersihan secara rutin guna mencegah terulangnya penumpukan sampah yang berpotensi mengganggu lingkungan pesisir, aktivitas nelayan, hingga ekosistem laut di Teluk Jakarta.

LAINNYA