Ekonomi Banten Tumbuh 5,49 Persen, Andra Soni Tekankan Dampak bagi Masyarakat

waktu baca 4 menit
Jumat, 4 Sep 2026 21:18 0 35 Redaksi

Kabupaten Serang|Eranews.id – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pertumbuhan ekonomi Banten sebesar 5,49 persen pada Triwulan II 2026 harus dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pertumbuhan tersebut diharapkan mampu membuka lapangan kerja, memperluas investasi, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mengembangkan berbagai sektor potensial di Provinsi Banten.

Pesan itu disampaikan Andra Soni ketika menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten di Kantor Perwakilan BI Banten, Pabuaran, Kabupaten Serang, Jumat (4/9/2026).

“Capaian ini menjadi modal optimisme yang harus kita jaga,” ujar Andra Soni.

Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,49 Persen

Perekonomian Banten pada Triwulan II 2026 tumbuh 5,49 persen secara tahunan atau year-on-year dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Banten tetap tumbuh positif meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Triwulan I 2026 yang mencapai 5,64 persen secara tahunan.

Andra Soni mengatakan fondasi perekonomian Banten semakin kuat. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi sepanjang 2024 sebesar 4,79 persen yang kemudian meningkat menjadi 5,37 persen pada 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, pertumbuhan ekonomi 2025 berlangsung lebih cepat dibandingkan 2024. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi dari sisi lapangan usaha. BPS Provinsi Banten

Namun, angka 4,79 persen dan 5,37 persen merupakan pertumbuhan setahun penuh, sedangkan 5,49 persen merupakan pertumbuhan Triwulan II 2026 dibandingkan Triwulan II 2025. Karena periode pengukurannya berbeda, ketiga angka tersebut perlu dibaca sebagai indikator penguatan momentum ekonomi, bukan sebagai perbandingan langsung dengan basis waktu yang sama.

Harus Menciptakan Lapangan Kerja

Menurut Andra Soni, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak cukup dinilai berdasarkan peningkatan angka pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Pertumbuhan harus mempunyai kualitas yang baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama melalui penciptaan kesempatan kerja serta peningkatan pendapatan.

Data BPS mencatat jumlah penduduk Banten yang bekerja pada Mei 2026 mencapai 5,88 juta orang, bertambah sekitar 57 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banten pada Mei 2026 tercatat sebesar 6,48 persen, turun 0,11 poin persentase dibandingkan Februari 2026. BPS Provinsi Banten

Perbaikan tersebut perlu terus diperkuat dengan penciptaan pekerjaan yang produktif, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta pengembangan industri yang mampu menyerap pekerja lokal.

Pemprov Banten juga perlu memastikan peningkatan investasi memberikan dampak terhadap perekonomian daerah, termasuk melalui kemitraan dengan UMKM dan penggunaan produk lokal.

Dorong Pertumbuhan yang Inklusif

Andra Soni menekankan pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi di atas kertas. Pertumbuhan tersebut harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat secara inklusif dan berkeadilan.

Sejumlah sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan meliputi industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, pertanian, transportasi, pariwisata, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital.

Penguatan UMKM juga menjadi bagian penting karena sektor tersebut berhubungan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dukungan dapat dilakukan melalui peningkatan akses pembiayaan, pendampingan usaha, digitalisasi transaksi, perluasan pemasaran, peningkatan kualitas produk, serta kemitraan dengan industri berskala besar.

Pemprov Banten dan Bank Indonesia diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, mengembangkan sistem pembayaran digital, serta memperluas inklusi keuangan.

Sofwan Kurnia Pimpin BI Banten

Dalam kegiatan tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono mengukuhkan Sofwan Kurnia sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten.

Sofwan menggantikan Ameriza M. Moesa yang memperoleh penugasan baru sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara.

Bank Indonesia sebelumnya telah menetapkan Sofwan Kurnia sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten efektif mulai 1 Juni 2026. Sebelum mendapatkan penugasan tersebut, Sofwan menjabat sebagai penasihat di Departemen Regional BI.

Sementara itu, Ameriza M. Moesa juga mulai bertugas sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara pada 1 Juni 2026. Penetapan keduanya merupakan bagian dari transformasi organisasi Bank Indonesia. Bank Indonesia

Pengukuhan di Banten menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan kebijakan ekonomi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan fondasi ekonomi yang tetap tumbuh positif, Pemprov Banten optimistis dapat memperluas investasi dan kesempatan kerja. Namun, kualitas pertumbuhan tetap menjadi ukuran utama agar peningkatan aktivitas ekonomi benar-benar mampu mengurangi pengangguran, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (rils).

LAINNYA