Andra Soni Hadiri Kerja Sama Replikasi SISGITA di Tangsel

waktu baca 4 menit
Senin, 21 Sep 2026 16:44 0 34 Redaksi

Tangerang Selatan|Eranews.id – Gubernur Banten Andra Soni menghadiri penandatanganan kesepakatan bersama antardaerah dan perjanjian kerja sama replikasi serta pemanfaatan aplikasi Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Blandongan, Balai Kota Tangerang Selatan, Senin (21/9/2026). Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan inovasi digital Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam pengelolaan data pertanahan dan perpajakan.

Kehadiran Andra Soni menunjukkan dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap kolaborasi antardaerah, transformasi digital pemerintahan, dan penguatan pelayanan publik berbasis data.

Integrasikan Data Tanah dan Pajak

SISGITA merupakan sistem yang mengintegrasikan data bidang tanah dengan data objek pajak menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis atau Geographic Information System (GIS).

Aplikasi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan.

Melalui sistem tersebut, data pertanahan dan perpajakan dapat ditampilkan secara spasial sehingga pemerintah daerah lebih mudah melakukan pemetaan, pemutakhiran, validasi, dan pengawasan terhadap objek pajak.

SISGITA juga mendukung integrasi Nomor Identifikasi Bidang (NIB) dengan Nomor Objek Pajak Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (NOP PBB-P2).

Integrasi tersebut diperlukan untuk mengurangi perbedaan data antara administrasi pertanahan dan perpajakan daerah. Data yang lebih terpadu diharapkan membantu pemerintah mengambil kebijakan secara tepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan

Sebanyak 58 Daerah Tertarik Mereplikasi

Inovasi SISGITA mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 58 pemerintah daerah tercatat tertarik mereplikasi sistem tersebut.

Replikasi tidak hanya berupa pemanfaatan aplikasi, tetapi juga mencakup pertukaran pengetahuan, pengalaman, data, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Setiap daerah dapat menyesuaikan penerapan SISGITA dengan kebutuhan, kondisi wilayah, ketersediaan data, serta infrastruktur teknologi masing-masing.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan replikasi SISGITA menjadi bagian dari semangat berbagi praktik baik antarpemerintah daerah.

“Replikasi ini bukan hanya soal aplikasi, tetapi juga transfer pengetahuan, data, dan sumber daya manusia,” kata Benyamin.

Kerja sama antardaerah diharapkan dapat mempercepat transformasi digital tanpa mengharuskan setiap pemerintah daerah membangun sistem dari awal. ANTARA

Dorong Optimalisasi Pendapatan Daerah

Pemanfaatan data pertanahan dan perpajakan yang akurat memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan asli daerah.

Melalui pemetaan geospasial, pemerintah daerah dapat mencocokkan kondisi objek pajak di lapangan dengan data administrasi yang tersimpan dalam sistem.

Proses tersebut dapat membantu menemukan perubahan luas tanah, pemanfaatan lahan, bangunan baru, perbedaan identitas objek pajak, maupun data yang belum diperbarui.

Hasil pemutakhiran dapat digunakan sebagai dasar memperbaiki basis data PBB-P2. Dengan demikian, optimalisasi pendapatan daerah dapat dilakukan melalui perbaikan akurasi dan kepatuhan, bukan sekadar menaikkan beban pajak masyarakat.

Sistem yang terintegrasi juga dapat membantu mempercepat pelayanan ketika masyarakat mengurus perubahan data pertanahan, mutasi objek pajak, transaksi properti, maupun administrasi lain yang membutuhkan kesesuaian informasi.

Perkuat Kolaborasi Pemerintah Daerah

Andra Soni memandang kerja sama antardaerah penting untuk mempercepat penyebaran inovasi pemerintahan yang telah terbukti memberikan manfaat.

Pemerintah daerah tidak harus bekerja sendiri dalam menghadapi persoalan integrasi data. Inovasi yang telah dikembangkan suatu daerah dapat dipelajari, direplikasi, dan disesuaikan oleh daerah lain.

Kolaborasi juga dibutuhkan untuk membangun standar data yang seragam, memperkuat koordinasi dengan kantor pertanahan, serta menjaga keberlanjutan pembaruan informasi.

Penerapan SISGITA perlu disertai kesiapan sumber daya manusia, perlindungan data, keamanan sistem, pembagian kewenangan yang jelas, serta evaluasi secara berkala.

Langkah tersebut diperlukan agar aplikasi tidak hanya digunakan pada tahap awal kerja sama, tetapi benar-benar menjadi instrumen kerja dalam pelayanan dan pengambilan kebijakan.

Tangsel Expo Tampilkan Potensi Daerah

Penandatanganan kerja sama replikasi SISGITA dirangkaikan dengan penyelenggaraan Tangsel Expo pada 21–22 September 2026 di Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan.

Pameran tersebut menampilkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah, pameran anggrek, serta berbagai produk dan potensi unggulan Kota Tangerang Selatan.

Tangsel Expo menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. Kehadiran perwakilan berbagai daerah juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Tangerang Selatan.

Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan dua agenda penting, yakni penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data dan promosi potensi ekonomi daerah. Pemerintah Kota Tangerang Selatan

Kerja sama replikasi SISGITA diharapkan dapat menghasilkan data pertanahan dan perpajakan yang lebih akurat, meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, serta memperkuat pengelolaan pendapatan daerah yang transparan, efektif, dan akuntabel (rils).

LAINNYA