Foto: (Adhfar/detik)
Jakarta|Eranews.id — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan hingga saat ini tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa pihak pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut melalui koordinasi intensif bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh.
“Kementerian Luar Negeri melalui koordinasi dengan KBRI Riyadh terus memantau perkembangan situasi keamanan di Riyadh pascaserangan terhadap Bandara Internasional King Khalid pada 10 dan 11 Oktober 2026,” ujar Yvonne kepada wartawan.
Yvonne mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 581.000 WNI yang berdomisili dan bekerja di seluruh wilayah Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 37.494 WNI tercatat berada di kawasan ibu kota Riyadh.
“Tercatat 581.000 WNI berada di Arab Saudi dan 37.494 WNI di antaranya berada di Riyadh. Seluruh WNI hingga kini dipastikan aman,” tambahnya.
Imbas dari rangkaian serangan yang diluncurkan oleh kelompok Houthi, Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi memperpanjang penutupan sementara Bandara Internasional King Khalid hingga Sabtu (17/10/2026). Langkah penutupan ini berdampak pada pembatalan serta penundaan penerbangan dari berbagai maskapai internasional.
Dilansir dari Reuters, penghentian sementara operasional bandara dilakukan guna memastikan kesiapan dan keselamatan fasilitas penerbangan usai serangan tersebut.
“Operasional dihentikan sementara untuk memungkinkan penyelesaian prosedur guna memastikan keselamatan dan kesiapan operasional fasilitas bandara,” bunyi pernyataan resmi otoritas penerbangan sipil Saudi.
Sebelumnya, kelompok Houthi mengklaim telah meluncurkan serangan menggunakan rudal balistik ke arah Bandara King Khalid. Otoritas pertahanan Arab Saudi sempat mengumumkan keberhasilan sistem pertahanan udara mereka dalam mencegat serta menghancurkan rudal balistik yang mengarah ke wilayah Riyadh.
Kemlu dan KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI yang berada di Arab Saudi, khususnya di wilayah Riyadh, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan otoritas setempat, serta terus memantau informasi resmi dari perwakilan pemerintah Indonesia (red).