PALEMBANG – Gubernur Banten Andra Soni menghadiri Apel Akbar Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 3.000 anggota Satlinmas dari berbagai daerah di Indonesia. Apel juga dirangkaikan dengan deklarasi, pelantikan, dan pengukuhan pengurus pusat serta pengurus daerah ASLINMAS se-Indonesia.
Kehadiran Andra Soni menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan peran Satlinmas sebagai unsur pelindungan masyarakat yang berada dekat dengan kehidupan warga di tingkat desa dan kelurahan.
Perkuat Peran Satlinmas di Daerah
Apel akbar dipimpin Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat, kepala daerah, serta unsur TNI dan Polri.
Dalam arahannya, Akhmad Wiyagus menekankan bahwa kemerdekaan harus diwujudkan melalui rasa aman, tenteram, tertib, serta pelayanan pemerintah yang dapat dirasakan masyarakat.
Satlinmas dinilai memiliki posisi strategis karena terlibat langsung dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban, membantu penanggulangan bencana, mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, serta membantu pengamanan penyelenggaraan pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, jumlah anggota Satlinmas di Indonesia mencapai 1.258.758 orang yang tersebar di 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota. Indonesia juga memiliki sekitar 469.076 pos keamanan lingkungan. RRI
Bagian dari Pelayanan Dasar Pemerintah
Penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat merupakan salah satu urusan wajib pemerintah yang berkaitan dengan pelayanan dasar.
Kedudukan dan tugas Satlinmas diatur lebih lanjut melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Pelindungan Masyarakat.
Satlinmas dibentuk di tingkat desa dan kelurahan dengan anggota yang berasal dari masyarakat setempat. Kondisi tersebut membuat Satlinmas mempunyai pemahaman langsung mengenai lingkungan, karakter wilayah, dan potensi gangguan di tengah masyarakat.
Kemampuan mendeteksi persoalan sejak dini menjadi salah satu kekuatan Satlinmas. Informasi dari anggota di lapangan dapat membantu pemerintah desa, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait mengambil langkah penanganan secara lebih cepat.
Didorong Aktif Cegah Bencana dan Karhutla
Dalam apel tersebut, Satlinmas juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
Anggota Satlinmas diharapkan aktif melakukan pemantauan lingkungan, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta melaporkan secara cepat apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana.
Peran tersebut penting karena anggota Satlinmas berada di tengah masyarakat dan dapat menjadi penghubung awal antara warga dengan pemerintah maupun petugas penanggulangan bencana.
Selain kebakaran hutan dan lahan, kesiapsiagaan Satlinmas juga dibutuhkan dalam menghadapi banjir, tanah longsor, gempa bumi, kebakaran permukiman, serta kondisi darurat lainnya.
Respons cepat di tingkat desa dan kelurahan dapat membantu proses evakuasi, penyampaian informasi, pengamanan lingkungan, dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
Deklarasi ASLINMAS se-Indonesia
Apel akbar juga menjadi momentum deklarasi dan pengukuhan kepengurusan ASLINMAS di tingkat pusat dan daerah.
Organisasi tersebut diharapkan menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas anggota, berbagi pengalaman antardaerah, membangun jaringan, serta mengembangkan inovasi pelindungan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebelumnya membentuk kepanitiaan untuk mendukung pelaksanaan deklarasi nasional tersebut. Kegiatan dipersiapkan dengan melibatkan pemerintah daerah dan delegasi Satlinmas dari berbagai provinsi. Pemprov Sumatera Selatan
Penguatan organisasi perlu diikuti pelatihan yang berkelanjutan, mulai kemampuan menghadapi kondisi darurat, komunikasi dengan masyarakat, pertolongan pertama, deteksi dini gangguan keamanan, hingga pemanfaatan teknologi informasi.
Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Satlinmas, TNI, Polri, dan masyarakat menjadi kunci agar pelindungan masyarakat dapat berjalan efektif.
Relevan bagi Penguatan Satlinmas Banten
Bagi Provinsi Banten, penguatan Satlinmas relevan dengan karakter wilayah yang memiliki kawasan perkotaan, perdesaan, pesisir, industri, destinasi wisata, hingga daerah rawan bencana.
Satlinmas dapat membantu pemerintah daerah menjaga ketenteraman lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai risiko.
Penguatan tersebut membutuhkan pembinaan yang terencana, ketersediaan perlengkapan, peningkatan kemampuan anggota, serta koordinasi yang jelas antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan, desa, dan kelurahan.
Apel akbar di Palembang menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antardaerah sekaligus menegaskan bahwa Satlinmas merupakan bagian penting dari sistem pelindungan masyarakat nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring tersebut tercatat diikuti sekitar 3.000 anggota Satlinmas dari berbagai wilayah Indonesia (rils).