BMKG Ungkap Cuaca saat 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

waktu baca 2 menit
Jumat, 11 Sep 2026 14:29 0 40 Redaksi

Tangerang|Eranews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau ketika lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9/2026).

Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramudawardani mengatakan kondisi cuaca pada periode pukul 14.00–18.00 WIB terpantau baik.

“Jam 2.00 sampai jam 6.00 sore itu kondisi cuacanya baik,” kata Ida di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Berdasarkan pemantauan BMKG, cuaca di kawasan tersebut cerah berawan dan tidak terdeteksi adanya hujan. Kecepatan angin maksimum tercatat sekitar 15 knot atau berkisar 7,5 meter per detik.

Gelombang Diperkirakan Mencapai Satu Meter

Selain kondisi cuaca dan angin, BMKG mencatat tinggi gelombang di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau diperkirakan mencapai satu meter.

Data tersebut menggambarkan kondisi meteorologi ketika rombongan dilaporkan kehilangan kontak. Namun, BMKG belum menyimpulkan penyebab hilangnya kapal karena diperlukan pemeriksaan terhadap faktor-faktor lain, termasuk kondisi kapal, arus laut, navigasi, dan aktivitas vulkanik.

Keterangan mengenai cuaca tersebut disampaikan BMKG dalam rapat bersama Komisi V DPR RI yang membahas perkembangan pencarian rombongan.

Hilang Kontak Seusai Berangkat dari Carita

Rombongan berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka dijadwalkan melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir dengan rombongan dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.42 WIB. Setelah itu, seluruh orang yang berada di dalam kapal tidak dapat dihubungi.

Kapal tersebut membawa delapan orang, terdiri atas lima jurnalis, seorang kapten kapal, seorang anak buah kapal, dan seorang pemandu.

Kelima jurnalis berasal dari sejumlah media nasional dan internasional, sedangkan tiga orang lainnya bertugas sebagai kru kapal serta pemandu perjalanan.

Pencarian Terus Diperluas

Tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian di perairan Selat Sunda dan pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Operasi melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, serta sejumlah unsur potensi SAR lainnya.

Sejumlah kapal, perahu cepat, kendaraan pendukung, perangkat komunikasi, dan drone termal dikerahkan dalam operasi tersebut. Pencarian dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Keterangan BMKG mengenai cuaca menjadi salah satu informasi yang dapat digunakan tim untuk merekonstruksi perjalanan kapal. Meski cuaca ketika rombongan berangkat terpantau baik, penyebab hilangnya kontak masih menunggu hasil pencarian dan pemeriksaan lebih lanjut (red).

LAINNYA