Darah Pati YH Pratama Angkat Bicara: Tuntutan Tercapai AMPB Pulang Tertib, Jangan Dirusak Narasi Fitnah!

waktu baca 2 menit
Jumat, 28 Agu 2026 14:09 0 51 MOB-ID | jawirdisumatra

Jakarta|Eranews.id — Gelombang tanggapan atas dinamika pasca-aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI terus mengalir. Kali ini, dukungan penuh dan apresiasi tinggi datang langsung dari YH Pratama, figur muda yang aktif dalam gerakan kontrol sosial Sumatera Selatan sekaligus Kepala Perwakilan (Kaperwil) Jurnalis Merah Putih Sumsel.

​Sebagai sosok putra daerah kelahiran Pati asli, YH Pratama mengaku paham betul karakter dan perjuangan murni masyarakat Pati yang datang jauh-jauh ke Jakarta hanya demi menyuarakan keadilan. Ia menilai keputusan rombongan AMPB untuk langsung membubarkan diri secara tertib usai mengantongi kesepakatan tertulis mengenai RUU Perampasan Aset dan komitmen pimpinan DPR adalah bentuk kedewasaan berdemokrasi yang patut diacungi jempol.

​“Saya sebagai orang asli kelahiran Pati secara pribadi mendukung penuh keputusan rombongan AMPB yang memilih untuk langsung pulang begitu kesepakatan dicapai. Itu langkah yang sangat tepat, elegan, dan tanpa bertele-tele. Ketika substansi tuntutan sudah diterima dan disepakati, tidak ada alasan lagi untuk bertahan di lapangan hanya untuk memicu potensi gesekan,” tegas pria kelahiran Pati tersebut.

 

​Menanggapi riuh narasi di media sosial serta dugaan provokasi yang menyeret nama Melva Maria Rosa Pardede terkait isu “ojol dikhianati”, sosok kelahiran Pati ini mengingatkan agar semua elemen masyarakat dan publik figur menahan diri. Ia meminta publik tidak memperkeruh suasana dengan asumsi yang belum terverifikasi.

​“Soal keramaian di netizen terkait dinamika tersebut, biarlah publik dan netizen yang menilai secara bijak mana gerakan murni rakyat dan mana narasi yang sengaja disusupkan. Kita serahkan sepenuhnya kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak dan mengusut tuntas jika ada dugaan pelanggaran hukum maupun provokasi,” tambahnya.

 

​Lebih lanjut, YH Pratama memberikan catatan kritis agar dinamika ini tidak dipelintir menjadi konflik horisontal antarelemen masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas dan tidak terburu-buru mengeluarkan pernyataan yang justru bisa memperkeruh situasi.

​“Saya mengimbau agar semua pihak tidak gegabah dalam memberikan statement di publik. Jangan sampai narasi-narasi yang tidak berdasar malah memecah belah solidaritas antar-kelompok pekerja dan masyarakat sipil yang selama ini berjuang bersama,” tutup YH Pratama.

MOB-ID | jawirdisumatra

LAINNYA