Ratusan Warga Ikuti Desa Siaga TBC dan CKG di Sukaharja

waktu baca 4 menit
Jumat, 21 Agu 2026 16:08 0 66 Redaksi

Tangerang|Eranews.id – Ratusan warga mengikuti program Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Kamis (20/8/2026).

Sejak pagi, masyarakat memadati lokasi pelayanan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran warga terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini penyakit.

Kegiatan tersebut turut ditinjau Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus dan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Kehadiran keduanya di tengah antrean semakin mendorong masyarakat untuk mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan.

Benjamin mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mempercepat penemuan dan penanganan kasus TBC melalui pelayanan kesehatan yang menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.

“Apa yang dilakukan oleh Kabupaten Tangerang yang dipimpin Pak Bupati bersama jajaran luar biasa. Saya sangat mengapresiasi berbagai program kesehatan yang dilakukan,” kata Benjamin, sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Pemeriksaan Kesehatan dalam Satu Lokasi

Integrasi Desa Siaga TBC dan CKG memberikan kemudahan bagi masyarakat karena sejumlah pemeriksaan dapat diperoleh dalam satu lokasi.

Pelayanan yang diberikan meliputi pengukuran berat dan tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT), lingkar perut, tekanan darah, gula darah, serta kolesterol. Petugas juga melakukan skrining untuk mendeteksi risiko hipertensi, diabetes, kusta, dan sejumlah gangguan kesehatan lainnya.

Benjamin mengatakan pemeriksaan kesehatan yang dilengkapi rontgen dapat membantu menemukan kelainan paru maupun gangguan kesehatan lain lebih awal.

“CKG dilakukan dengan X-ray. Kalau ada kelainan paru maupun kelainan lainnya bisa ditemukan. Selain itu, CKG juga memeriksa hipertensi, diabetes, dan penyakit lainnya,” ujarnya.

Program Cek Kesehatan Gratis merupakan upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala, termasuk ketika belum mengalami keluhan.

Rontgen Dada Dibantu Teknologi AI

Salah satu layanan yang menarik perhatian masyarakat ialah pemeriksaan rontgen dada atau toraks dengan dukungan teknologi kecerdasan artifisial.

Teknologi tersebut membantu tenaga kesehatan membaca hasil rontgen dan menemukan indikasi yang mengarah pada TBC. Hasil pembacaan awal tetap memerlukan penilaian tenaga medis serta pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosis.

Peserta yang hasil skriningnya mengarah pada TBC diarahkan berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan kemudian dapat dilanjutkan melalui pengambilan sampel dahak menggunakan tes cepat molekuler (TCM).

Pemeriksaan TCM digunakan untuk mengonfirmasi keberadaan bakteri penyebab TBC sekaligus membantu mengetahui kemungkinan sensitivitas atau resistansi terhadap obat tertentu. Dengan alur tersebut, warga yang terindikasi TBC dapat lebih cepat memperoleh penanganan dan pengobatan.

Pelayanan terpadu ini juga membantu tim kesehatan memetakan risiko penyakit di masyarakat serta mempercepat penemuan kasus secara aktif. Deteksi dan pengobatan sejak dini menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan TBC.

Layanan Gratis Dinilai Membantu Warga

Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh Iim, warga yang datang setelah memperoleh informasi dari dokter setempat. Ia mengikuti pemeriksaan gula darah dan rontgen dada.

Iim mengaku sebagai penyandang diabetes yang pernah menjalani amputasi kaki. Kondisinya membuat pemeriksaan kesehatan gratis sangat berarti karena ia tidak lagi bekerja maupun menjalankan usaha.

“Kegiatan ini penting sekali untuk warga. Saya sendiri penderita gula dan kaki saya sudah diamputasi. Alhamdulillah sekarang sudah bisa berjalan lagi setelah beberapa tahun. Layanan gratis ini sangat membantu karena saya bisa diperiksa tanpa harus memikirkan biaya,” tutur Iim.

Warga Desa Sukaharja lainnya, Siti Kursia, juga menyambut positif kegiatan tersebut. Ia mengetahui informasi pelayanan dari kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat.

Siti menilai kehadiran alat pemeriksaan darah dan rontgen langsung di tingkat desa dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal.

“Sangat senang karena kita tentu ingin sehat. Kegiatan ini bermanfaat, terutama untuk membantu masyarakat kurang mampu agar bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan,” kata Siti.

Dorong Warga Tidak Takut Memeriksakan Diri

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui puskesmas, posyandu, kader kesehatan, dan program pemeriksaan langsung di lingkungan warga.

Pemerintah daerah juga mendorong masyarakat agar tidak merasa malu atau takut menjalani pemeriksaan TBC. Penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila ditemukan lebih awal dan pasien mengikuti pengobatan secara disiplin sampai tuntas.

“Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TBC. Masyarakat tidak usah malu dan takut memeriksakannya,” ujar Maesyal.

Menurut dia, peningkatan derajat kesehatan menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Masyarakat yang sehat akan lebih produktif dan mampu berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

Tingginya partisipasi warga Desa Sukaharja menjadi indikator bahwa masyarakat siap terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan TBC. Program pelayanan satu atap juga diharapkan dapat memperluas jangkauan pemeriksaan, mempercepat penemuan kasus, dan meningkatkan ketahanan kesehatan keluarga.

Program Desa Siaga TBC merupakan strategi berbasis kewilayahan yang menempatkan desa dan kelurahan sebagai garda depan dalam deteksi, pengobatan, serta pendampingan pasien. Pemerintah menargetkan kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan masyarakat dapat mendukung percepatan eliminasi TBC di Indonesia (rils).

LAINNYA