Dimyati Ajak Orang Tua Kenalkan Catur untuk Kurangi Ketergantungan Gadget

waktu baca 3 menit
Senin, 21 Sep 2026 06:25 0 49 Redaksi

Tangerang|Eranews.id – Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah mengajak para orang tua mengenalkan permainan catur kepada anak-anak sebagai kegiatan positif untuk membantu mengurangi ketergantungan terhadap gadget.

Ajakan tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri Liga Catur Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Tangerang Putaran Keempat Open Ngeround Non-Master di Kantor Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Minggu (20/9/2026).

Menurut Dimyati, catur bukan sekadar permainan untuk mengisi waktu luang. Olahraga tersebut dapat menjadi sarana melatih kecerdasan, konsentrasi, kemampuan menganalisis keadaan, serta keterampilan menyusun strategi.

Catur Menjadi Alternatif Kegiatan Anak

Dimyati menilai anak-anak perlu memperoleh pilihan kegiatan yang menarik di luar penggunaan telepon seluler dan perangkat digital lainnya.

Pengenalan catur dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua dapat mengajak anak bermain bersama sekaligus membangun komunikasi dan kedekatan melalui aktivitas yang melibatkan interaksi langsung.

Permainan catur juga relatif mudah dilakukan karena tidak membutuhkan tempat luas maupun perlengkapan yang mahal. Anak-anak dapat memainkannya di rumah, sekolah, lingkungan masyarakat, maupun tempat pembinaan olahraga.

Meski teknologi tetap dibutuhkan dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari, penggunaannya perlu diimbangi dengan kegiatan yang membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir, bersosialisasi, dan mengambil keputusan.

Mengasah Fokus dan Kemampuan Menyusun Strategi

Dalam permainan catur, setiap langkah harus diperhitungkan secara cermat karena keputusan seorang pemain akan memengaruhi jalannya pertandingan.

Proses tersebut dapat melatih anak agar tidak terburu-buru, mampu membaca situasi, memperkirakan konsekuensi, serta menyusun strategi untuk mencapai tujuan.

Catur juga mengajarkan pemain menerima kemenangan dan kekalahan secara sportif. Nilai tersebut penting dalam pembentukan karakter anak, terutama untuk menumbuhkan kesabaran, kedisiplinan, ketekunan, dan kemampuan melakukan evaluasi.

Menurut Dimyati, manfaat tersebut menjadikan catur layak diperkenalkan sejak dini sebagai bagian dari kegiatan edukatif sekaligus olahraga prestasi.

Liga Diikuti Sekitar 102 Peserta

Liga Catur Percasi Kabupaten Tangerang Putaran Keempat tercatat diikuti sekitar 102 peserta.

Keikutsertaan tersebut menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap olahraga catur. Kompetisi juga menjadi ruang bagi pemain untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan meningkatkan kepercayaan diri.

Kategori non-master memberikan kesempatan kepada pecatur yang belum menyandang gelar untuk berkompetisi dan mengembangkan kemampuannya secara bertahap.

Melalui pertandingan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Percasi dapat memantau perkembangan pemain sekaligus menemukan bibit-bibit atlet potensial dari Kabupaten Tangerang dan wilayah sekitarnya.

Dukung Pembinaan Atlet Catur

Dimyati menyatakan dukungannya terhadap berbagai program pembinaan yang dilaksanakan Percasi.

Pembinaan tidak cukup hanya melalui penyelenggaraan turnamen. Atlet juga membutuhkan latihan rutin, pelatih yang kompeten, kompetisi berjenjang, serta dukungan keluarga, sekolah, organisasi olahraga, dan pemerintah daerah.

Kompetisi tingkat daerah dapat menjadi fondasi bagi atlet untuk melangkah ke kejuaraan tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Keberhasilan pembinaan juga perlu diukur dari kemampuan organisasi menjaga keberlanjutan latihan dan kompetisi. Dengan demikian, potensi pemain muda tidak berhenti setelah mengikuti satu turnamen.

Peran Orang Tua dan Sekolah Dibutuhkan

Pengenalan catur kepada anak memerlukan keterlibatan keluarga dan lingkungan pendidikan.

Orang tua dapat menyediakan waktu bermain bersama serta memberikan kesempatan kepada anak mengikuti klub atau kompetisi sesuai minat dan kemampuannya.

Sekolah juga dapat menjadikan catur sebagai salah satu pilihan kegiatan ekstrakurikuler. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat belajar teknik dasar, aturan pertandingan, sportivitas, dan strategi permainan secara terarah.

Kolaborasi antara keluarga, sekolah, Percasi, komunitas, dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperluas akses pembinaan sekaligus melahirkan atlet-atlet catur berprestasi dari Banten.

Liga Catur Percasi Kabupaten Tangerang di Cisauk menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan yang konsisten. Semangat yang dibawa tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga mengajak masyarakat mengasah strategi, membangun prestasi, dan menumbuhkan generasi cerdas melalui catur (rils).

LAINNYA