Gempa M 7,1 Kumamoto, KBRI Ingatkan WNI Waspada

waktu baca 3 menit
Rabu, 29 Jul 2026 05:26 0 53 Redaksi

Jakarta|Ernews.id — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, Selasa (28/7/2026). Guncangan kuat tersebut memicu kerusakan bangunan dan infrastruktur serta membuat ratusan ribu warga diminta menuju tempat evakuasi.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo meminta seluruh warga negara Indonesia di Kumamoto dan wilayah sekitarnya tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi instruksi evakuasi dari otoritas Jepang.

“Perwakilan RI di Jepang menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya gempa bumi di wilayah Kumamoto dan sekitarnya pada tanggal 28 Juli 2026,” tulis KBRI Tokyo melalui akun resminya, dikutip Rabu (29/7/2026).

Belum Ada Laporan WNI Menjadi Korban

Hingga keterangan tersebut disampaikan, KBRI Tokyo belum menerima laporan mengenai WNI yang menjadi korban jiwa. Perwakilan Indonesia terus berkomunikasi dengan komunitas WNI di Kumamoto dan berkoordinasi dengan otoritas Jepang untuk memantau kondisi di wilayah terdampak.

WNI diminta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga, menjauhi bangunan yang retak atau berpotensi roboh, serta tidak kembali ke tempat tinggal sebelum dinyatakan aman.

Telepon seluler juga perlu tetap diaktifkan, tetapi penggunaannya harus dihemat agar baterai dapat bertahan untuk menerima informasi dan melakukan komunikasi darurat. WNI yang membutuhkan pertolongan dapat mengakses saluran bantuan KBRI Tokyo dan KJRI Osaka melalui kanal resmi KBRI Tokyo.

Gempa Dangkal, Susulan Masih Mengancam

Japan Meteorological Agency mencatat gempa terjadi sekitar pukul 16.27 waktu Jepang dengan magnitudo 7,1. Pusat gempa berada di wilayah Kumamoto pada kedalaman sekitar 10 kilometer.

Sementara itu, parameter pemutakhiran BMKG mencatat kekuatan gempa sebesar M 6,8. Episenternya berada di darat, sekitar enam kilometer barat daya Uki, Prefektur Kumamoto. Gempa tersebut tergolong dangkal dan dipicu aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergeseran mendatar.

BMKG memastikan hasil pemodelan tidak menunjukkan adanya ancaman tsunami bagi wilayah Indonesia. Masyarakat Indonesia diminta tetap tenang dan hanya mengikuti informasi dari sumber resmi. BMKG juga mencatat gempa susulan kuat setelah guncangan utama.

Evakuasi Besar-besaran dan Kerusakan Infrastruktur

Dampak gempa dilaporkan meluas ke sejumlah wilayah di Kyushu. Bangunan mengalami kerusakan, jalan retak, kebakaran terjadi di beberapa lokasi, sementara perjalanan kereta dan penerbangan sempat terganggu.

Dalam pembaruan Rabu pagi, Reuters melaporkan sedikitnya tiga orang meninggal, puluhan lainnya terluka, dan sejumlah warga masih dalam pencarian. Sekitar 300.000 orang juga diarahkan menuju tempat evakuasi.

Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran, kepolisian, dan Pasukan Bela Diri Jepang. Otoritas setempat memperingatkan masyarakat agar mewaspadai gempa susulan, bangunan rapuh, tanah longsor, kebakaran, dan kemungkinan terputusnya layanan dasar.

KBRI Tokyo kembali meminta WNI tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Informasi mengenai gempa, evakuasi, dan kondisi keamanan sebaiknya dipantau melalui JMA, pemerintah daerah setempat, serta kanal resmi perwakilan Indonesia di Jepang (red).

LAINNYA