dok NCSR 2026 Istimewa Surabaya|Eranews.id — Gelaran konferensi tingkat internasional Nusantara International Conference on Democracy, Human Rights, and Social Justice (NICCSR) 2026 yang diinisiasi oleh Nusantara Center for Strategic Research (NCSR) bekerja sama dengan Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Surabaya (PUSHAM UBAYA) sukses dilaksanakan di kampus Universitas Surabaya (UBAYA), Kamis (05/11/2026).
Konferensi berskala internasional ini mengusung tema utama “Democracy in Crisis: Reimagining Democratic Futures in an Era of Fragmentation and Transformation”. Forum ini diselenggarakan untuk merespons dinamika ketatanegaraan, transformasi ekonomi-politik, serta tantangan penegakan hak asasi manusia (HAM) di tingkat lokal maupun global.
Agenda diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Ubaya, diikuti sambutan dari perwakilan NCSR, PUSHAM UBAYA, serta Rektor Universitas Surabaya yang secara resmi membuka perhelatan tersebut.
Sesi Keynote Address menghadirkan dua tokoh penting nasional. Keynote Speaker pertama, Rini Widyantini, S.H., M.P.M., memaparkan materi bertajuk Bureaucratic Reform, State Capacity, and Democratic Governance. Ia menekankan pentingnya profesionalisme dan akuntabilitas birokrasi dalam memperkuat tata kelola demokratis serta menjaga kepercayaan publik.
Sementara itu, Anies Baswedan hadir sebagai Keynote Speaker kedua membawakan topik Leadership, Citizenship, Inclusive Development, and the Future of Democracy. Dalam paparannya, Anies mengulas pentingnya kepemimpinan yang inklusif, partisipasi aktif warga negara, serta pembangunan berkeadilan di tengah perubahan politik dan sosial-ekonomi global.
Konferensi dilanjutkan dengan sesi Academic Speaker yang menghadirkan deretan akademisi ternama dari dalam dan luar negeri:
Prof. Jamie Davidson: Mengulas dinamika ekonomi politik, oligarki, dan konfigurasi kekuasaan di kawasan Asia Tenggara.
Dr. Max Lane: Membedah perjalanan sejarah, transisi politik, serta tantangan kemunduran demokrasi di Asia Tenggara.
Prof. Ashok Das: Memaparkan hubungan antara demokrasi, ketimpangan sosial-ekonomi, dan pentingnya tata kelola yang memprioritaskan kelompok rentan.
Dr. Katherine Allison: Mengeksplorasi konsep kewarganegaraan, relasi kekuasaan negara, dan perlindungan HAM.
Prof. Hesti Armiwulan: Menyoroti demokrasi konstitusional, pembatasan kekuasaan negara, supremasi hukum, dan akuntabilitas kelembagaan.
Prof. Hufron: Membahas perkembangan demokrasi konstitusional di Indonesia, reformasi hukum, serta sistem checks and balances.
Seluruh rangkaian pemikiran dari para narasumber kemudian didalami melalui sesi Moderated Dialogue & Q&A yang interaktif bersama para peserta konferensi.

Gelaran Nusantara International Conference (NICCSR 2026) hasil kolaborasi NCSR dan PUSHAM UBAYA sukses digelar dengan menghadirkan Anies Baswedan hingga pakar internasional.
Rangkaian acara ditutup secara resmi melalui penyampaian Concluding Remarks oleh perwakilan NICCSR yang menggarisbawahi pentingnya pendekatan interdisipliner dan kolaborasi riset berkesinambungan dalam menjaga prinsip-prinsip demokrasi konstitusional.
Panitia penyelenggara menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pembicara, akademisi, jajaran civitas akademika UBAYA, serta partisipan yang telah mensukseskan jalannya kegiatan konferensi ini (red)