Seba Baduy 2026 Resmi Dibuka di Serang, 2.000 Warga Ikuti Tradisi Sakral dan Silaturahmi dengan Pemprov Banten

waktu baca 2 menit
Sabtu, 25 Apr 2026 11:33 0 130 Redaksi

SERANG|Eranews.id – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah secara resmi membuka rangkaian Seba Baduy 2026 di Alun-Alun Barat Kota Serang, Jumat (24/4/2026). Tradisi tahunan masyarakat adat Baduy ini diikuti sekitar 2.000 warga yang datang untuk melaksanakan ritual sekaligus menjalin silaturahmi dengan Pemerintah Provinsi Banten.

Dalam sambutannya, Dimyati menegaskan bahwa masyarakat Baduy merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Banten yang harus dijaga dan dihormati.

“Baduy ini saudara kita. Mereka menjaga alam, budaya, adat istiadat, disiplin, hidup dari usaha bertani, serta memiliki keyakinan yang kuat. Itu yang harus diteladani,” ujarnya.

Seba Baduy merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Baduy kepada pemerintah atas hasil bumi yang mereka peroleh selama satu tahun terakhir. Dalam prosesi ini, warga Baduy berjalan kaki dari wilayah adat mereka di Kabupaten Lebak menuju pusat pemerintahan di Serang.

Tradisi ini bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga simbol komunikasi dan hubungan harmonis antara masyarakat adat dengan pemerintah. Dalam pelaksanaannya, warga Baduy membawa hasil bumi seperti padi, buah-buahan, dan produk alam lainnya sebagai persembahan.

Kehadiran ribuan warga Baduy dalam Seba tahun ini menjadi bukti kuatnya komitmen mereka dalam menjaga tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman. Pemerintah Provinsi Banten pun menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal.

Selain menjadi ajang silaturahmi, Seba Baduy juga menarik perhatian masyarakat luas dan wisatawan, sehingga berpotensi meningkatkan sektor pariwisata budaya di Banten. Pemerintah berharap tradisi ini terus dilestarikan dan dapat memberikan dampak positif, baik dari sisi budaya maupun ekonomi.

Dengan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap adat, Seba Baduy 2026 kembali menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan tradisi di tengah arus modernisasi.

LAINNYA