Ilustrasi Hukum|Eranews.id– Puluhan calon pengantin mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh Wedding Organizer (WO) dan jasa katering Marwah Catering. Total kerugian yang dialami para korban ditaksir mencapai Rp3,6 miliar.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah pasangan yang telah melakukan pembayaran untuk kebutuhan pernikahan mendapati layanan yang dijanjikan tidak kunjung direalisasikan. Bahkan, beberapa acara pernikahan terancam batal atau harus diselenggarakan secara darurat karena pihak penyedia jasa diduga tidak memenuhi kewajibannya.
Berdasarkan data yang dihimpun para korban, sedikitnya 58 calon pengantin mengaku mengalami kerugian akibat dugaan wanprestasi dan penipuan tersebut. Nilai kerugian bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah per pasangan, tergantung paket layanan yang telah dibayarkan.
Salah seorang korban mengaku telah melunasi sebagian besar biaya pernikahan jauh hari sebelum acara digelar. Namun, menjelang hari pelaksanaan, komunikasi dengan pihak penyelenggara semakin sulit dilakukan hingga akhirnya layanan yang dijanjikan tidak tersedia.
Para korban kini membentuk kelompok untuk memperjuangkan hak mereka sekaligus mengumpulkan bukti-bukti pembayaran, kontrak kerja sama, serta rekaman komunikasi yang berkaitan dengan transaksi tersebut.
Mereka berharap aparat penegak hukum dapat segera mengusut kasus ini secara tuntas dan meminta pertanggungjawaban pihak yang diduga terlibat.
Selain kerugian materi, para korban juga mengaku mengalami tekanan psikologis akibat terganggunya persiapan pernikahan yang telah direncanakan sejak lama. Tidak sedikit pasangan yang terpaksa mencari vendor pengganti dalam waktu singkat dengan biaya tambahan yang tidak sedikit.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih jasa wedding organizer maupun katering. Calon pengantin diimbau melakukan verifikasi legalitas perusahaan, mengecek rekam jejak penyedia jasa, serta memastikan seluruh transaksi dan kesepakatan tertuang secara tertulis dalam kontrak yang jelas.
Hingga berita ini ditulis, pihak Marwah Catering belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang disampaikan para korban. Sementara itu, para korban berkomitmen untuk terus menempuh jalur hukum guna mendapatkan keadilan dan pengembalian kerugian yang mereka alami (red).