Abu Anak Krakatau Bisa Sampai Jateng dan Jatim? Ini Kata BMKG

waktu baca 3 menit
Senin, 7 Sep 2026 06:36 0 62 Redaksi

Jakarta|Eranews.id– Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar ke Jakarta dan sejumlah wilayah sekitarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan abu tersebut berpotensi menjangkau wilayah yang lebih jauh, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Timur, apabila terjadi perubahan arah angin yang mendukung.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan pergerakan abu vulkanik sangat dipengaruhi arah serta kecepatan angin pada berbagai lapisan atmosfer.

“Untuk kemungkinan abu vulkanik mencapai Jawa Tengah dan Jawa Timur, secara meteorologis hal tersebut bergantung pada perubahan arah angin di berbagai lapisan atmosfer,” ujar Andri, Senin (7/9/2026).

Belum Dominan Mengarah ke Jateng dan Jatim

Menurut Andri, sebaran abu Gunung Anak Krakatau saat ini lebih banyak terpantau di wilayah Jawa bagian barat dan Sumatra bagian selatan.

Namun, kondisi tersebut dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer. Jika arah angin bergeser menuju timur dan aktivitas erupsi masih menghasilkan abu, jangkauan sebarannya dapat meluas ke wilayah lain di Pulau Jawa.

“Apabila terjadi perubahan pola angin yang mendukung, sebaran abu dapat bergerak ke wilayah yang lebih jauh,” katanya.

Dengan demikian, abu vulkanik belum dapat dipastikan akan mencapai Jawa Tengah atau Jawa Timur. Potensi tersebut harus dinilai berdasarkan perkembangan erupsi serta pemantauan arah angin terbaru.

Arah Angin Berbeda pada Setiap Ketinggian

Andri menjelaskan, berdasarkan kondisi atmosfer pada Minggu (6/9/2026) pukul 16.00 WIB, arah angin di sekitar Gunung Anak Krakatau berbeda-beda menurut ketinggian.

Pada lapisan bawah, angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan. Sementara pada lapisan menengah, angin berasal dari barat laut hingga utara. Adapun pada lapisan atas, angin bergerak dari utara hingga timur laut.

Kecepatan angin pada berbagai lapisan tersebut berkisar antara 2 hingga 30 knot.

Perbedaan arah angin itu memungkinkan abu vulkanik bergerak menuju lokasi yang berbeda. Partikel abu pada lapisan rendah dapat mengikuti pola angin yang tidak sama dengan material vulkanik yang telah mencapai lapisan atmosfer lebih tinggi.

Dalam pemantauan sebelumnya, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu. Abu pada ketinggian hingga 20.000 kaki bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, serta perairan sekitarnya.

Sementara itu, abu pada ketinggian hingga 50.000 kaki bergerak ke arah barat daya hingga barat laut dengan cakupan Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, dan Samudra Hindia. BMKG

Durasi Sebaran Abu Belum Bisa Dipastikan

BMKG juga belum dapat memastikan sampai kapan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau akan bertahan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Andri menjelaskan durasi sebaran abu dipengaruhi oleh aktivitas erupsi serta perubahan arah dan kecepatan angin. Selama gunung masih mengeluarkan material vulkanik, potensi penyebaran abu tetap ada.

“Untuk sebaran abu vulkanik di Jakarta, sampai kapan berlangsungnya belum dapat dipastikan karena sangat bergantung pada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau serta arah dan kecepatan angin,” jelasnya.

BMKG terus melakukan pemantauan atmosfer, ruang udara, dan kondisi laut secara intensif. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan terbaru melalui citra sebaran abu vulkanik BMKG.

Masyarakat Diimbau Tetap Menggunakan Masker

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak maupun berpotensi terdampak diminta tetap waspada dan mengikuti informasi resmi pemerintah.

Penggunaan masker dianjurkan ketika melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama apabila masih terdapat paparan abu vulkanik.

“Masyarakat di wilayah yang terdampak atau berpotensi terdampak sebaiknya tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama selama masih terdapat paparan abu vulkanik,” kata Andri.

Warga juga disarankan mengurangi kegiatan di luar rumah ketika abu terlihat di udara, menutup pintu serta jendela, melindungi sumber air, dan membersihkan endapan abu dengan membasahinya terlebih dahulu agar partikel tidak kembali beterbangan (red).

LAINNYA