Banten Raih Kompas TV Awards 2026 Bidang Ketahanan Pangan

waktu baca 3 menit
Kamis, 10 Sep 2026 13:29 0 47 Redaksi

Jakarta|Eranews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meraih penghargaan Kompas TV Awards 2026 kategori Daerah Peduli Ketahanan Pangan.

Penghargaan diterima Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah mewakili Gubernur Banten Andra Soni di Hotel Bidakara, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2026).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen Pemprov Banten dalam memperkuat ketahanan pangan melalui modernisasi pertanian, pembangunan infrastruktur irigasi, perlindungan lahan pertanian, pengembangan kawasan agrobisnis, serta intervensi bagi masyarakat rentan pangan.

Apresiasi untuk Seluruh Pemangku Kepentingan

Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, petani, kelompok tani, penyuluh, perguruan tinggi, dunia usaha, serta berbagai lembaga yang terlibat dalam pembangunan sektor pangan.

Ketahanan pangan tidak hanya diukur melalui ketersediaan komoditas. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman, bergizi, mudah dijangkau, dan memiliki harga yang stabil.

Penghargaan Kompas TV Awards 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi Pemprov Banten untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memastikan pembangunan sektor pangan berdampak pada kesejahteraan petani.

Modernisasi Pertanian Tingkatkan Produktivitas

Salah satu langkah yang terus dikembangkan Pemprov Banten adalah penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS).

Penerapan teknologi tersebut mencakup penggunaan mesin pertanian, drone, bibit unggul, pengelolaan lahan secara terukur, serta pendampingan kepada kelompok tani.

Dalam panen di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, produktivitas padi menggunakan PM-AAS tercatat mencapai 12,88 ton per hektare. Hasil tersebut meningkat dibandingkan produktivitas normal sekitar enam ton per hektare.

Gubernur Andra Soni mendorong penerapan sistem tersebut diperluas secara berkelanjutan di seluruh sentra pertanian Banten. Modernisasi diharapkan meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi, dan memperbaiki pendapatan petani. Pemprov Banten

Penguatan produksi juga dilakukan melalui optimalisasi jaringan irigasi dan perlindungan terhadap luas lahan baku sawah agar lahan pertanian produktif tidak terus berkurang.

Bangun Ekosistem Pangan dari Hulu hingga Hilir

Pemprov Banten turut mengembangkan Pusat Kawasan Agropolitan (Puskagro) di Kabupaten Tangerang melalui unit usaha ayam petelur, budidaya ikan air tawar, dan pengelolaan peternakan.

Kawasan tersebut diharapkan menjadi model pengembangan agrobisnis terpadu yang dapat diterapkan di daerah lain berdasarkan komoditas unggulan masing-masing.

Ekosistem pangan dibangun dengan menghubungkan produksi, pengolahan, logistik, pembiayaan, teknologi, koperasi, industri, dan pasar. Pendekatan tersebut diperlukan agar peningkatan produksi di tingkat petani diikuti kepastian distribusi dan penyerapan hasil panen. Pemprov Banten

Intervensi Daerah Rentan Pangan

Selain meningkatkan produksi, Pemprov Banten melakukan intervensi terhadap masyarakat yang menghadapi kerentanan pangan.

Pada 2026, sebanyak 5.900 keluarga penerima manfaat di delapan kabupaten dan kota menerima bantuan melalui Program Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi Banten.

Bantuan tersebut terdiri atas 59 ton beras dan 5,9 ton ayam beku. Program itu menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat rentan tetap memperoleh pangan yang cukup dan bergizi. Pemprov Banten

Penghargaan sebagai Daerah Peduli Ketahanan Pangan menjadi dorongan bagi Pemprov Banten untuk memperkuat seluruh program tersebut. Ke depan, peningkatan produksi perlu terus disertai perlindungan petani, stabilitas harga, kelancaran distribusi, pengendalian alih fungsi lahan, dan regenerasi petani muda (rils).

LAINNYA