Anggota DPRD Banten Abraham Garuda Laksono mengajak anak-anak mengimplementasikan nilai Pancasila melalui penanaman pohon, pembagian buku Bung Karno, dan pendidikan inklusif di Tangerang. TANGERANG|Eranews.id — Semangat Hari Lahir Pancasila tidak harus selalu diwujudkan melalui upacara dan seremoni formal. Bagi Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, Abraham Garuda Laksono, nilai-nilai luhur Pancasila justru harus hadir dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Pandangan tersebut diwujudkan Abraham melalui kegiatan edukatif dan sosial bersama anak-anak di Yayasan Emas Indonesia Rumah Penaga Tangerang, Komplek Dasana Indah Blok TB2, Jalan Nusantara 9 Nomor 7, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin (1/6/2026).
Politisi muda yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten itu mengajak anak-anak memahami sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai aksi sederhana namun bermakna. Kegiatan tersebut meliputi penyerahan tanaman, pembagian buku cerita pahlawan nasional tentang Bung Karno, hingga pemberian kaus bertema Revolusioner Bung Karno.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan yang diikuti puluhan anak tersebut. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan itu juga bertujuan menanamkan semangat kebangsaan, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap lingkungan sejak usia dini.
Menurut Abraham, Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa harus terus menjadi pedoman dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa wajib menjadi pedoman kita untuk menyatukan keberagaman bangsa Indonesia,” ujar Abraham.
Ia menegaskan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Di tengah berbagai tantangan zaman, mari terus menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Abraham menambahkan, Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting untuk mengingat kembali peran Pancasila sebagai jiwa pemersatu bangsa.
“Pancasila Dasar Negara, Ideologi Bangsa merupakan Jiwa Pemersatu Bangsa, Menuju Indonesia Raya,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abraham juga menyerahkan sejumlah tanaman seperti Miana Merah, Sambang Darah, dan Pucuk Merah kepada yayasan. Selain berfungsi memperindah lingkungan, beberapa jenis tanaman tersebut dikenal memiliki manfaat herbal yang telah lama dimanfaatkan masyarakat.
Tak hanya itu, anak-anak juga menerima buku-buku cerita pahlawan nasional yang mengisahkan perjuangan Presiden pertama Republik Indonesia, Bung Karno. Melalui buku tersebut, Abraham berharap generasi muda dapat lebih mengenal sejarah bangsa sekaligus meneladani semangat perjuangan para pendiri negara.
Pesan nasionalisme juga diperkuat melalui pembagian kaus bertema Revolusioner Bung Karno yang mengangkat nilai keberanian berpikir, semangat perubahan, dan kecintaan terhadap tanah air.
Kegiatan tersebut berlangsung di Yayasan Emas Indonesia Rumah Penaga Tangerang yang diasuh oleh Erni. Yayasan ini dikenal aktif dalam bidang pendidikan dan pembinaan anak dengan mengedepankan semangat inklusivitas.
Seluruh anak memperoleh kesempatan belajar yang sama tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi fisik. Saat ini terdapat lima anak penyandang disabilitas yang belajar bersama murid lainnya dalam lingkungan yang setara, aman, dan saling mendukung.
Kondisi tersebut menjadi cerminan nyata implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua dan sila kelima, yang menjunjung tinggi kemanusiaan, persamaan hak, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Bagi Abraham, keberadaan yayasan tersebut merupakan contoh konkret bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui penghormatan terhadap martabat manusia dan pemberian kesempatan yang setara bagi setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Sementara itu, pengasuh yayasan, Erni, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak didiknya. Menurutnya, pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, serta kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial dan rasa cinta terhadap bangsa.
Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna tersebut, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak berhenti pada slogan dan seremoni semata. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diwujudkan dalam aksi nyata berupa berbagi pengetahuan, merawat lingkungan, menghargai keberagaman, serta memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak Indonesia untuk tumbuh dan belajar bersama.
Pembagian buku, penanaman pohon, dan pemberian kaus bertema Bung Karno menjadi simbol bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan atau jargon kebangsaan, melainkan pedoman hidup yang tetap relevan ketika diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat (red).