Agnes Aditya Rahajeng Jadi Puteri Indonesia 2026, Wakil Banten Pertama Raih Mahkota

waktu baca 2 menit
Minggu, 26 Apr 2026 07:04 0 224 Redaksi

Jakarta|Eranews.id– Agnes Aditya Rahajeng mencatat sejarah sebagai wakil Provinsi Banten pertama yang meraih gelar juara pertama dalam ajang Puteri Indonesia 2026. Ia dinobatkan sebagai pemenang dalam grand final yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (24/4/2026).

Agnes berhasil mengungguli 45 finalis dari seluruh Indonesia setelah melalui rangkaian seleksi panjang dan ketat. Perempuan kelahiran 13 Januari 2000 ini dikenal sebagai lulusan Ilmu Komunikasi dari Universitas Pelita Harapan dan aktif berkarier sebagai kreator konten serta influencer fashion.

Dengan lebih dari 99 ribu pengikut di Instagram, Agnes memanfaatkan platform digital untuk mengangkat berbagai isu sosial dan membangun kesadaran publik. Melalui inisiatif Rahajeng Closet yang ia dirikan, ia berupaya memperpanjang siklus hidup pakaian preloved agar memiliki dampak sosial, seperti mendukung pendidikan anak-anak dan organisasi perlindungan perempuan di Indonesia.

Pada babak akhir, Agnes juga menghadapi pertanyaan dilematis terkait pilihan antara melanjutkan studi ke luar negeri atau tetap di Indonesia untuk merawat orang tua yang sakit. Ia menegaskan pilihannya pada keluarga.

“Saya akan memilih ibu saya. Kesempatan akan selalu datang, tapi kehidupan hanya terjadi sekali. Impian, beasiswa, karier dapat dikejar kembali, namun waktu bersama orang tua jauh lebih berharga,” ujarnya.

Penampilannya yang kuat, pemikiran yang matang, serta kepedulian sosial yang tinggi membuat Agnes menonjol di antara para finalis hingga akhirnya dinobatkan sebagai pemenang utama.

Selain Agnes, sejumlah gelar lainnya juga diumumkan dalam ajang tersebut. Victoria Titisari Kosasieputri terpilih sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Karina Moudy sebagai Puteri Indonesia Pariwisata 2026, serta Gisela Belicia Alma Thesalonica sebagai Puteri Indonesia Pendidikan 2026.

Kemenangan Agnes menjadi momen bersejarah bagi Banten, sekaligus menegaskan bahwa potensi perempuan daerah semakin diperhitungkan di tingkat nasional. Tidak hanya dari segi penampilan, tetapi juga intelektualitas, kepedulian sosial, serta kemampuan komunikasi yang mumpuni (red).

LAINNYA