Gubernur Banten Andra Soni menemui massa aksi Aliansi BEM se-Banten di gerbang utama KP3B Curug, Kota Serang, Jumat (20/2/2026), dan menegaskan kritik mahasiswa sebagai “vitamin pembangunan”.
📸 @wilkerswild Kota Serang|Eranews.id – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa kritik dari mahasiswa merupakan vitamin pembangunan yang dibutuhkan pemerintah daerah untuk terus melakukan perbaikan kebijakan dan tata kelola pemerintahan. Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat menemui massa aksi dari Aliansi BEM se-Banten di gerbang utama KP3B Curug, Kota Serang, Jumat (20/2/2026).
Aksi yang digelar mahasiswa tersebut merupakan bentuk penyampaian kritik dan aspirasi terhadap satu tahun kepemimpinan Gubernur Andra Soni bersama Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah.
Di hadapan massa aksi, Andra Soni menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten tidak alergi terhadap kritik. Sebaliknya, kritik dipandang sebagai energi positif untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat.
“Kritik adalah vitamin bagi kami. Pemerintah harus terbuka, karena masukan dari mahasiswa dan masyarakat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan,” ujar Andra Soni.
Ia juga mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Menurutnya, partisipasi aktif mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses demokrasi dan pengawasan publik terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Andra Soni menambahkan bahwa Pemprov Banten berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta memastikan program prioritas berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya evaluasi program pembangunan, peningkatan transparansi anggaran, serta penguatan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Andra Soni, akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui dialog dan kajian internal agar setiap masukan dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang konstruktif.
“Pintu kami terbuka untuk berdiskusi. Kami ingin memastikan pembangunan di Banten berjalan inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.
Aksi berjalan dengan tertib di bawah pengawasan aparat keamanan, dan setelah dialog singkat antara gubernur dan perwakilan mahasiswa, massa aksi membubarkan diri secara damai (rils).