ANI Gelar Rakernas I, Luncurkan Indonesian Nazhir Academy untuk Profesionalisasi Wakaf Nasional

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Feb 2026 07:17 0 1 Redaksi

JAKARTA|Eranews.id — Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I secara daring pada Ahad (15/2/2026) dengan menetapkan arah kebijakan strategis untuk mendorong profesionalisasi pengelolaan wakaf di tingkat nasional.

Forum ini menegaskan peran nazhir sebagai aktor penting dalam pengembangan ekonomi umat berbasis wakaf produktif, sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat tata kelola dan kapasitas sumber daya manusia.

Presiden ANI, Imam Nur Azis, mengatakan potensi wakaf di Indonesia sangat besar, namun pengelolaannya masih menghadapi tantangan, terutama terkait kapasitas kelembagaan dan integrasi sistem.

“Profesionalisasi nazhir, penguatan sistem digital, dan peningkatan kualitas SDM harus berjalan bersamaan agar wakaf dapat berkontribusi lebih nyata terhadap pembangunan ekonomi umat,” ujar Imam dalam keterangan resmi.

Pembentukan Indonesian Nazhir Academy

Salah satu keputusan penting Rakernas adalah pembentukan lembaga pendidikan dan pembinaan nazhir bernama Indonesian Nazhir Academy (INA). Lembaga ini dirancang sebagai pusat pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan kompetensi nazhir dengan pendekatan tata kelola modern dan prinsip akuntabilitas.

Kurikulum INA akan mencakup manajemen wakaf produktif, regulasi, digitalisasi, serta penguatan etika dan integritas pengelola wakaf. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong standarisasi kompetensi nazhir secara nasional.

Enam Fokus Prioritas

Dalam Rakernas tersebut, ANI menetapkan enam fokus prioritas, yakni penguatan profesionalisme nazhir, transformasi digital, penguatan kelembagaan, pengembangan riset wakaf, penyusunan rekomendasi kebijakan, serta penguatan jaringan kemitraan.

Untuk mendukung implementasi program, organisasi juga memperkuat struktur melalui enam divisi utama, meliputi inovasi dan digitalisasi, kelembagaan dan SDM, pengelolaan wakaf, regulasi dan advokasi, riset dan ekonomi wakaf, serta kerja sama dan jaringan.

Perkuat Kolaborasi Nasional

Rakernas turut mendorong sinergi lintas lembaga dengan Badan Wakaf Indonesia dan Kementerian Agama, serta berbagai pemangku kepentingan ekonomi syariah, termasuk lembaga keuangan dan perguruan tinggi.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat pengembangan wakaf produktif dan memperkuat ekosistem pengelolaan wakaf secara nasional.

ANI menyatakan akan melakukan pemantauan berkala terhadap pelaksanaan keputusan Rakernas. Pembentukan Indonesian Nazhir Academy diharapkan menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi nazhir yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Rakernas I ini sekaligus menegaskan bahwa penguatan wakaf tidak hanya berkaitan dengan aktivitas filantropi, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan ekonomi umat yang berkelanjutan (red).

LAINNYA