Dudung Hadiri Peluncuran SNT 7 Bogor dan MPLS 2026

waktu baca 3 menit
Selasa, 11 Agu 2026 06:21 0 62 Redaksi

Bogor|Eranews.id – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus peluncuran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 7 Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8/2026).

Peluncuran SNT 7 Bogor dilaksanakan bersamaan dengan 16 Sekolah Nasional Terintegrasi lainnya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 17 SNT tersebut mulai memberikan layanan pendidikan pada Tahun Ajaran 2026/2027.

SNT Bukan Sekadar Infrastruktur

Dudung mengatakan, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas.

“Sekolah Nasional Terintegrasi bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan intervensi strategis negara dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang dekat dengan masyarakat hingga ke seluruh pelosok negeri,” ujar Dudung dalam keterangannya.

Menurut portal resmi Sekolah Nasional Terintegrasi, SNT dirancang sebagai sekolah bermutu di daerah yang memberikan kesempatan lebih setara kepada anak-anak Indonesia untuk belajar, mengembangkan minat dan bakat, serta meraih masa depan di tempat mereka berasal.

SNT juga dikembangkan sebagai pusat peningkatan mutu yang dapat memberikan dampak terhadap sekolah-sekolah di lingkungan sekitarnya.

KSP Kawal Program Prioritas Presiden

Dudung menegaskan, Kantor Staf Presiden memiliki mandat untuk memastikan program prioritas Presiden, termasuk Sekolah Nasional Terintegrasi, dapat direalisasikan tanpa hambatan.

Keberhasilan program tersebut, menurut dia, tidak hanya bergantung pada sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Komitmen seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan dan penyelenggaraan sekolah juga menentukan keberlanjutan program.

“Keberhasilan penetapan dan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi sangat bertumpu tidak hanya pada sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, namun komitmen dari para pihak,” katanya.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memberikan kesempatan yang setara kepada setiap anak agar dapat memperoleh pendidikan bermutu.

Dudung Ingatkan Pentingnya Kejujuran dan Karakter

Di hadapan para murid baru, Dudung mengatakan bahwa mereka merupakan anak-anak unggul dan terpilih yang menjadi bagian dari sejarah baru pendidikan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa prestasi dan ilmu pengetahuan yang tinggi harus disertai kejujuran serta karakter yang baik.

“Jadikanlah Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi tempat untuk berkembang, bermimpi setinggi-tingginya, dan terus mengejar masa depan pendidikan karakter yang lebih baik,” ujar Dudung.

Ia berharap para murid memanfaatkan seluruh kesempatan belajar di SNT untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan.

Guru Didorong Menjadi Motor Penggerak

Dudung turut memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan guru atas perannya sebagai garda terdepan pendidikan Indonesia.

Menurutnya, ruang kelas bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar, tetapi juga tempat masa depan anak-anak Indonesia mulai dibentuk.

Kepala sekolah dan guru SNT 7 Bogor serta 16 SNT lainnya diharapkan dapat menjadi motor penggerak dan katalisator peningkatan kualitas pendidikan bagi sekolah maupun masyarakat di sekitarnya.

Dudung juga mengajak seluruh pihak merenungkan pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa investasi pendidikan merupakan kunci utama kemajuan bangsa.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat memiliki peran dalam membangun pendidikan yang lebih baik serta mempersiapkan generasi emas penerus bangsa.

Sebanyak 17 SNT Mulai Beroperasi

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Program SNT merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi.

Pemerintah menargetkan pembangunan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029. Pada 2026, pemerintah menyiapkan SNT di 37 lokasi, terdiri atas 17 sekolah yang mulai memberikan layanan pendidikan dan 20 lokasi yang memasuki tahap pembangunan.

Acara di SNT 7 Bogor turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono mengikuti kegiatan secara daring. Hadir pula jajaran Kemendikdasmen, unsur Dewan Pendidikan Nasional, pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan praktisi pendidikan (red).

LAINNYA