Dr. Arbain, M.Pd. terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Pusat Perkumpulan Relawan Jurnal Indonesia (RJI) periode 2026–2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) IV RJI yang digelar di Jakarta, 17–18 Juli 2026.
Palembang|Eranews.id – Ketua Umum Relawan Jurnal Indonesia (RJI), Dr. Arbain, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Workshop Peningkatan Tata Kelola Jurnal Berbasis Standar Akreditasi dan Internasional yang diinisiasi oleh Pengurus Daerah RJI Sumatera Selatan bersama perguruan tinggi mitra.
Dalam sambutannya, Dr. Arbain menegaskan bahwa peningkatan kualitas tata kelola jurnal ilmiah merupakan salah satu kunci dalam memperkuat ekosistem publikasi ilmiah Indonesia agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Workshop seperti ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kompetensi para pengelola jurnal. Tata kelola jurnal yang baik tidak hanya berorientasi pada pencapaian akreditasi, tetapi juga pada pembangunan budaya akademik yang menjunjung tinggi kualitas, integritas, dan etika publikasi ilmiah,” ujar Dr. Arbain.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang dibangun oleh RJI Sumatera Selatan bersama berbagai perguruan tinggi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas institusi merupakan langkah strategis untuk mempercepat peningkatan mutu jurnal ilmiah di Indonesia.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, kepada seluruh perguruan tinggi yang menjadi co-host atas dukungan dan kolaborasinya, serta kepada panitia dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif sehingga workshop ini dapat berlangsung dengan baik, lancar, dan penuh semangat kebersamaan,” ungkapnya.
Dr. Arbain berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah penguatan kapasitas editor, reviewer, dan pengelola jurnal di seluruh Indonesia.
“Relawan Jurnal Indonesia akan terus berkomitmen mendampingi pengelola jurnal dalam meningkatkan kualitas tata kelola, memperkuat akreditasi nasional, serta mendorong semakin banyak jurnal Indonesia yang mampu menembus indeksasi dan reputasi internasional,” tutupnya (red).