foto koordinasi Gubernur Banten Andra Soni bersama jajaran BBMKG Wilayah II di Gedung Negara Provinsi Banten
adpim.dokpim.banten Serang|Eranews.id — Gubernur Banten, Andra Soni, memperkuat sinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mengantisipasi perkiraan mundurnya musim hujan yang berpotensi memperpanjang periode kemarau di sejumlah wilayah Provinsi Banten.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur usai menerima paparan perkembangan dinamika iklim dari jajaran Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (07/10/2026).
Andra Soni menegSERANG — Gubernur Banten, Andra Soni, memperkuat sinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mengantisipasi perkiraan mundurnya musim hujan yang berpotensi memperpanjang periode kemarau di sejumlah wilayah Provinsi Banten.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur usai menerima paparan perkembangan dinamika iklim dari jajaran Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (07/10/2026).
Andra Soni menegaskan bahwa data dan informasi dari BMKG menjadi pijakan utama bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menyusun langkah mitigasi secara terukur, khususnya menghadapi ancaman kekeringan, keterbatasan ketersediaan air bersih, gangguan sektor pertanian, masalah kesehatan, hingga potensi bencana hidrometeorologi.
Pemetaan Wilayah Rawan Dampak Kemarau
Sebagai langkah cepat, Pemprov Banten kini memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta BMKG untuk memetakan titik-titik wilayah yang membutuhkan penanganan prioritas.
Identifikasi sejak dini ini bertujuan agar langkah pencegahan dan penyaluran bantuan dapat disiapkan sebelum dampak kekeringan meluas ke tengah masyarakat.
“Perlu diantisipasi mundurnya musim hujan dan dampak kekeringan,” tegas Andra Soni.
Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Daerah
Kerja sama intensif dengan BMKG ini diharapkan mampu meminimalkan risiko gagal panen bagi para petani serta menjamin pasokan air bersih bagi warga terdampak. Pemprov Banten memastikan siap mengerahkan sumber daya yang ada demi menjaga stabilitas daerah di tengah perubahan dinamika iklim yang terjadi.askan bahwa data dan informasi dari BMKG menjadi pijakan utama bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam menyusun langkah mitigasi secara terukur, khususnya menghadapi ancaman kekeringan, keterbatasan ketersediaan air bersih, gangguan sektor pertanian, masalah kesehatan, hingga potensi bencana hidrometeorologi.
Pemetaan Wilayah Rawan Dampak Kemarau
Sebagai langkah cepat, Pemprov Banten kini memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta BMKG untuk memetakan titik-titik wilayah yang membutuhkan penanganan prioritas.
Identifikasi sejak dini ini bertujuan agar langkah pencegahan dan penyaluran bantuan dapat disiapkan sebelum dampak kekeringan meluas ke tengah masyarakat.
“Perlu diantisipasi mundurnya musim hujan dan dampak kekeringan,” tegas Andra Soni.
Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Daerah
Kerja sama intensif dengan BMKG ini diharapkan mampu meminimalkan risiko gagal panen bagi para petani serta menjamin pasokan air bersih bagi warga terdampak. Pemprov Banten memastikan siap mengerahkan sumber daya yang ada demi menjaga stabilitas daerah di tengah perubahan dinamika iklim yang terjadi (rils).