Tenda bantuan kedaruratan bencana kebakaran di wilayah Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026) dini hari. (ANTARA/Abdu Faisal)
JAKARTA|Eranews.id – Pemerintah bergerak cepat menangani dampak kebakaran besar yang melanda kawasan padat penduduk di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sejumlah fasilitas pengungsian sementara dan bantuan logistik telah disiapkan guna memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal ZA, mengatakan pemerintah telah menetapkan Lapangan Jusuf Hamka di Jalan Benyamin Suaeb sebagai lokasi pengungsian sementara sekaligus pusat pendataan dan koordinasi bantuan bagi para korban kebakaran.
Menurut Safrizal, langkah tersebut dilakukan agar proses penanganan warga terdampak berlangsung lebih tertib dan efektif.
“Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas,” ujar Safrizal, Selasa (2/6/2026).
Sebagai bentuk respons cepat, tiga tenda pengungsian telah didirikan oleh Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, sejumlah kendaraan logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), dan berbagai instansi terkait juga telah berada di lokasi untuk mendistribusikan bantuan kepada warga.
Saat ini, pemerintah masih melakukan pendataan terhadap korban terdampak yang berasal dari dua wilayah rukun warga (RW), yakni RW 04 yang meliputi RT 12, RT 13, RT 14, RT 15, dan RT 16, serta RW 05 yang mencakup RT 01, RT 02, dan RT 03.
Pendataan tersebut tidak hanya mencakup jumlah warga terdampak, tetapi juga kebutuhan khusus lainnya, termasuk jumlah anak usia sekolah agar akses pendidikan mereka tetap dapat terjamin selama masa penanganan pascabencana.
Safrizal menjelaskan bahwa setelah masa tanggap darurat berakhir, pemerintah akan melakukan inventarisasi kerusakan bangunan serta membahas langkah-langkah jangka panjang untuk warga terdampak.
“Nanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi warga masyarakat termasuk kemungkinan-kemungkinan kalau masyarakat ingin relokasi di tempat hunian yang lebih aman,” katanya.
Kebakaran terjadi di kawasan Kampung Pasar Haji Ung, Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam sekitar pukul 20.55 WIB. Api dengan cepat membesar karena lokasi merupakan kawasan permukiman padat penduduk dengan bangunan yang berdempetan.
Untuk mengendalikan kobaran api, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan sebanyak 35 unit mobil pemadam kebakaran dan 165 personel.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, memastikan proses pemadaman tidak mengalami kendala berarti terkait pasokan air.
“Alhamdulillah sumber air cukup,” ujar Bayu.
Selain fokus memadamkan api, petugas juga memberikan bantuan evakuasi dan layanan medis bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kebakaran.
“Memang ada beberapa warga masyarakat yang dibawa ke rumah sakit itu karena luka ringan dan sesak karena asap,” kata Bayu.
Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut terkait jumlah bangunan yang terdampak serta total kerugian akibat peristiwa tersebut. Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan dasar para korban akan terus dipenuhi selama masa penanganan darurat berlangsung (red).