Puluhan Mahasiswa UIN SMH Banten Bawa Terduga Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual ke Rektorat
tangkapan layar dari lpmsigma
SERANG|Eranews.id – Puluhan mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mendatangi Gedung Rektorat Kampus 2 pada Sabtu (6/6/2026) dini hari. Aksi tersebut dilakukan sebagai respons atas mencuatnya dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret seorang oknum mahasiswa dan tengah menjadi sorotan publik di media sosial.
Berdasarkan informasi yang beredar, sejumlah korban sebelumnya mulai menyampaikan pengakuan dan pengalaman mereka melalui media sosial. Unggahan tersebut kemudian memicu reaksi luas dari kalangan mahasiswa yang menuntut adanya penanganan serius terhadap dugaan kasus tersebut.
Dalam aksi tersebut, puluhan mahasiswa mengawal terduga pelaku menuju Gedung Rektorat UIN SMH Banten. Mereka meminta pihak kampus segera mengambil langkah konkret, termasuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan kasus yang mencuat serta memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran.
Mahasiswa juga mendesak kampus untuk memastikan perlindungan terhadap korban serta menjamin terciptanya lingkungan akademik yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.
Namun demikian, dalam video yang beredar di media sosial, terduga pelaku membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menyatakan tidak melakukan pelecehan seksual maupun hubungan seksual sebagaimana yang dituduhkan.
“Kejadian itu, saya tidak melakukan pelecehan dan hubungan, hanya sekadar ngobrol biasa,” ujar terduga pelaku dalam video yang beredar.
Ia juga menegaskan bahwa informasi yang saat ini ramai diperbincangkan di media sosial tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.
“Sebetulnya, saya tidak melakukan hal yang dijelaskan di kronologi,” tegasnya.
Sementara itu, aparat kepolisian terlihat berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengawal jalannya aksi mahasiswa agar tetap berlangsung kondusif. Kehadiran polisi juga bertujuan mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan kampus.
Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat dan civitas akademika. Berbagai pihak berharap proses penanganan dilakukan secara profesional, transparan, serta mengedepankan prinsip keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak rektorat terkait hasil pemeriksaan maupun langkah yang akan diambil terhadap dugaan kasus tersebut (red).