Ratusan Buruh Indomaret Demo di Menara Indomaret PIK, Tolak Penghapusan Upah Lembur Hari Libur Nasional

waktu baca 3 menit
Selasa, 26 Mei 2026 14:18 0 144 Redaksi

JAKARTA UTARA|Eranews.id – Ratusan massa buruh dari pekerja Indomaret menggelar aksi demonstrasi di depan Menara Indomaret, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Selasa (26/5/2026). Massa aksi menuntut perusahaan membatalkan kebijakan penggantian upah lembur pada tanggal merah atau libur nasional menjadi hari libur pengganti (off tambahan).

Aksi demonstrasi tersebut diikuti oleh pekerja yang tergabung dalam serikat buruh, termasuk unsur dari organisasi buruh seperti Partai Buruh dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia. Sejumlah bendera organisasi tampak berkibar di lokasi aksi, sementara orasi dilakukan secara bergantian menggunakan mobil komando.

Para buruh menyuarakan penolakan terhadap kebijakan baru yang dinilai merugikan pekerja, khususnya terkait hak upah lembur bagi karyawan yang tetap bekerja saat hari libur nasional. Menurut mereka, pekerja yang masuk pada tanggal merah seharusnya tetap memperoleh kompensasi berupa upah lembur sebagaimana ketentuan ketenagakerjaan, bukan sekadar penggantian hari libur.

Perwakilan buruh Indomaret, Ahmad Saifuddin, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk perjuangan pekerja dalam menuntut hak dan keadilan.

“Hari ini teman-teman yang hadir berjuang pada pagi hari ini, menuntut hak dan keadilan terhadap pekerja karyawan Indomaret, di mana yang pertama ini (upah) lembur kita di tanggal merah, di tanggal nasional, itu digantikan dengan hari libur,” ujar Ahmad Saifuddin dalam orasinya.

Buruh menilai kebijakan tersebut memberatkan karena upah lembur saat hari libur nasional menjadi salah satu sumber tambahan pemasukan bagi pekerja. Mereka menyebut penggantian lembur dengan tambahan hari libur tidak dapat menggantikan kebutuhan ekonomi keluarga sehari-hari.

Salah satu karyawan Indomaret, Winda, mengungkapkan bahwa tambahan penghasilan dari lembur pada hari libur nasional sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Itu penting banget sih. Itu penting banget karena tidak semua orang itu punya kebutuhan yang cukup di rumah. Bukan hanya angka Rp400 ribunya, tapi kebutuhan di rumah itu lebih penting dari yang diduga,” ungkapnya.

Menurut pengakuan sejumlah pekerja, kebijakan penggantian upah lembur dengan hari libur tambahan disebut baru diterapkan dan memicu keresahan di kalangan karyawan. Mereka berharap perusahaan segera mengevaluasi kebijakan tersebut dan memenuhi hak pekerja sesuai aturan yang berlaku.

Enam Tuntutan Buruh Indomaret

Massa buruh yang tergabung dalam PUK SPAI PT Indomarco Prismatama Tangerang menyampaikan enam tuntutan kepada manajemen perusahaan, yakni:

  1. Menolak segala bentuk pemaksaan, tekanan, dan penggiringan pernyataan terhadap pekerja.
  2. Menegaskan hak pekerja untuk memperoleh upah kerja lembur.
  3. Menolak penggantian hak lembur dengan tambahan hari libur (off tambahan) yang dinilai tidak sesuai ketentuan.
  4. Menuntut perusahaan agar mematuhi peraturan perusahaan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan.
  5. Mendesak adanya tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran hak pekerja.
  6. Meminta manajemen membuka ruang dialog dan menyelesaikan persoalan secara adil serta transparan.

Hingga aksi berlangsung, massa buruh masih bertahan di lokasi sambil menyampaikan aspirasi mereka. Demonstrasi berjalan dengan pengawalan aparat keamanan guna memastikan situasi tetap kondusif (red).

LAINNYA