Relawan Jurnal Indonesia menyelenggarakan International Symposium on Diamond Open Access: Advancing Editorial Development sebagai bagian dari peringatan Harlah ke-10 RJI dan menuju Diamond Open Access Global Summit 2027. Jakarta|Eranews.id – Relawan Jurnal Indonesia (RJI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem publikasi ilmiah nasional melalui penyelenggaraan International Symposium on Diamond Open Access: Advancing Editorial Development. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-10 RJI sekaligus menjadi Preliminary Event Diamond Open Access Global Summit 2027.
Simposium internasional tersebut akan diselenggarakan pada Jumat, 17 Juli 2026, mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai, bertempat di Grand Whizz Poins Simatupang, Jakarta. Kegiatan ini mengundang para pengelola jurnal ilmiah, akademisi, peneliti, editor, praktisi publikasi, hingga pengambil kebijakan untuk mendiskusikan perkembangan terbaru mengenai Diamond Open Access, penguatan tata kelola editorial, serta integritas riset di tingkat global.
Ketua Umum Relawan Jurnal Indonesia, Dr. Arbain, M.Pd., menyampaikan bahwa simposium ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi nasional dan internasional dalam membangun sistem publikasi ilmiah yang terbuka, berkualitas, dan berkelanjutan.

Ketua Umum Relawan Jurnal Indonesia Dr. Arbain, M.Pd
“Selama satu dekade, RJI terus berupaya mendorong peningkatan kualitas tata kelola jurnal ilmiah di Indonesia. Simposium ini menjadi ruang kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem Diamond Open Access sekaligus mempersiapkan Indonesia menuju Diamond Open Access Global Summit 2027,” ujarnya.
Kegiatan bergengsi ini akan dibuka oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., sebagai keynote speaker.
Simposium menghadirkan sejumlah pakar internasional yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan kebijakan akses terbuka dan integritas penelitian. Pada Plenary Session 1 bertajuk Research Integrity & Diamond Open Access Governance, peserta akan memperoleh perspektif dari Dr. Zeynep Varoglu (UNESCO), Prof. Arianna Becerril-García (Executive Director dan Co-founder Redalyc), Prof. Ahmad Najib Burhani, M.A., M.Sc., Ph.D. (Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Indonesia), Hendro Subagyo, M.Eng. (Direktur Repositori Multimedia dan Penerbitan Ilmiah BRIN), Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si. (Guru Besar Binus University), serta Dr. Arbain, M.Pd. selaku Ketua Umum RJI.
Sementara itu, Plenary Session 2 mengangkat tema Global South Perspective dengan menghadirkan Dr. Lidia Borrell-Damián (Secretary General Science Europe), Dr. Sridhar Gutam (Principal Scientist ICAR-IIHR India), Prof. Mohammad Nur Rianto Al Arif (Wakil Ketua Indonesian Association of Scientific Journal Editors/IASJE), Dr. Dasapta Erwin Irawan (Open Science Indonesia), serta Ikhwan Arief, S.T., M.Sc. yang merupakan Managing Editor Directory of Open Access Journals (DOAJ).
Melalui kehadiran para narasumber dari berbagai organisasi internasional, lembaga riset, pemerintah, hingga komunitas pengelola jurnal, simposium ini diharapkan mampu memperluas jejaring kolaborasi sekaligus menghasilkan gagasan strategis dalam memperkuat tata kelola editorial dan penerapan prinsip Diamond Open Access.
Selain menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik terbaik, kegiatan ini juga menjadi refleksi perjalanan 10 tahun Relawan Jurnal Indonesia dalam mendampingi ribuan jurnal ilmiah di Indonesia agar mampu meningkatkan kualitas pengelolaan, akreditasi, serta daya saing publikasi di tingkat internasional.
RJI mengajak seluruh pengelola jurnal, akademisi, peneliti, mahasiswa pascasarjana, penerbit ilmiah, serta pemangku kebijakan untuk berpartisipasi aktif dalam simposium ini sebagai bagian dari upaya bersama membangun ekosistem publikasi ilmiah yang lebih inklusif, transparan, dan berintegritas.
Dengan mengusung semangat kolaborasi global, International Symposium on Diamond Open Access: Advancing Editorial Development diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu motor penggerak pengembangan Diamond Open Access di kawasan Asia maupun dunia (red).