SMAN 3 Rangkasbitung Akan Direlokasi, Pemprov Banten Siapkan Lahan Baru 6.000 Meter Persegi

waktu baca 3 menit
Selasa, 23 Jun 2026 06:32 0 70 Redaksi

Rangkasbitung|Eranews.id– Keterbatasan lahan dan fasilitas di SMAN 3 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperluas daya tampung siswa, Gubernur Banten Andra Soni berencana merelokasi sekolah tersebut ke lokasi yang lebih luas dan representatif.

“Sekolah ini lahannya hanya 2.800 meter persegi, yang kami monitor adalah rencana relokasi. Kita lihat sendiri sangat kecil dan sudah saatnya kita relokasi,” kata Andra Soni saat meninjau SMAN 3 Rangkasbitung di Jalan Letnan Muharam, Muara Ciujung Baru, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (22/6/2026).

Menurut Andra Soni, relokasi sekolah menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan pendidikan yang terus meningkat di Kabupaten Lebak. Dengan lokasi baru yang memiliki luas lebih dari 6.000 meter persegi, berbagai sarana dan prasarana pendidikan dapat dibangun secara lebih optimal.

Ia berharap, keberadaan lahan yang lebih luas akan memungkinkan pembangunan ruang kelas yang memadai, laboratorium, perpustakaan, fasilitas olahraga, serta area pendukung lainnya yang dapat menunjang proses belajar-mengajar secara maksimal.

“Lokasi baru di atas 6.000 meter persegi. Target pelaksanaan tahun 2027,” ujarnya.

Andra menjelaskan, sejak pengalihan kewenangan pengelolaan SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi pada tahun 2017, Pemprov Banten terus berupaya meningkatkan akses pendidikan melalui pembangunan unit sekolah baru (USB) maupun ruang kelas baru (RKB).

Namun demikian, pertumbuhan jumlah lulusan SMP yang setiap tahun meningkat masih belum sebanding dengan kapasitas daya tampung SMA dan SMK yang tersedia. Oleh karena itu, selain pembangunan infrastruktur pendidikan, Pemprov Banten juga menjalankan berbagai program untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

“Maka satu alternatifnya adalah Program Sekolah Gratis,” kata Andra.

Program tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu solusi untuk memastikan seluruh lulusan SMP dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di sekolah negeri maupun swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala SMAN 3 Rangkasbitung, Reri Yoseline, menyambut baik rencana relokasi yang diinisiasi Pemprov Banten. Menurutnya, keterbatasan lahan selama ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dalam menyediakan fasilitas yang ideal bagi peserta didik.

“Sekolah memang tidak memiliki lapangan sebagai sarana bagi siswa. Dalam beberapa kegiatan, sekolah dan para siswa banyak memanfaatkan ruang terbuka di sekitar seperti Alun-alun Rangkasbitung dan Museum Multatuli,” ujarnya.

Reri berharap, dengan adanya relokasi ke lokasi yang lebih luas, sekolah dapat memiliki fasilitas yang lebih lengkap sehingga aktivitas akademik maupun nonakademik siswa dapat berjalan lebih optimal.

Rencana relokasi SMAN 3 Rangkasbitung juga diharapkan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Banten dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan layanan pendidikan yang lebih merata, berkualitas, dan berdaya saing (rils).

LAINNYA