Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat UNIVED Bengkulu untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di BSU Maju Bersama. Bengkulu|Eranews.id – Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Fakultas Pertanian Universitas Dehasen Bengkulu (UNIVED Bengkulu) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Bank Sampah Unit (BSU) Maju Bersama, Kelurahan Sawah Lebar, Kota Bengkulu.
Program yang memperoleh dukungan pendanaan melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap persoalan sampah rumah tangga yang masih menjadi salah satu tantangan lingkungan di kawasan perkotaan. Peningkatan volume sampah belum sepenuhnya diimbangi dengan pengelolaan yang optimal, terutama dalam pemanfaatan sampah organik dan anorganik.
Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sampah tidak hanya dipandang sebagai limbah yang harus dibuang. Sampah dapat dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna serta mempunyai nilai ekonomi.
Program PkM melibatkan 35 anggota aktif BSU Maju Bersama. Para anggota dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai penggerak pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Sawah Lebar.
Kegiatan bertujuan meningkatkan kemampuan anggota dalam mengurangi sampah sejak dari sumbernya, mengolah sampah organik dan anorganik, serta mengembangkan produk hasil pengolahan sampah.
Selain kemampuan teknis, program juga memperkuat kapasitas anggota dalam aspek manajemen kelompok, administrasi, pengelolaan keuangan, pemasaran, dan strategi pemasaran digital.
Pelaksanaan program menggunakan pendekatan partisipatif. Anggota BSU Maju Bersama dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, hingga penyusunan strategi keberlanjutan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat pengetahuan dan teknologi yang diberikan dapat diterapkan secara mandiri sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.
Pada pengelolaan sampah organik, anggota BSU Maju Bersama mendapatkan pelatihan untuk mengolah sisa sampah rumah tangga menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Produk yang dikembangkan meliputi kompos, pupuk organik cair, dan eco enzyme. Proses pembuatannya menggunakan teknologi sederhana yang dapat diterapkan dalam skala rumah tangga maupun kelompok.
Pengolahan tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir. Produk yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman dan lingkungan sekitar atau dikembangkan menjadi produk bernilai jual.
Sementara itu, pengelolaan sampah anorganik dilakukan melalui tahapan pemilahan dan pencucian. Sampah yang telah dibersihkan selanjutnya diarahkan untuk dikembangkan menjadi produk olahan dan kerajinan bernilai ekonomi.

Tim dosen UNIVED Bengkulu memberikan pelatihan pengelolaan sampah kepada anggota BSU Maju Bersama di Kota Bengkulu.
Tim dosen UNIVED Bengkulu tidak hanya memberikan pelatihan mengenai teknik pengolahan sampah. Penguatan juga dilakukan pada aspek manajemen organisasi agar BSU Maju Bersama memiliki tata kelola yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Anggota mendapatkan pelatihan mengenai pencatatan hasil produksi, pengelolaan administrasi, pembukuan keuangan, dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Pencatatan yang tertib diperlukan agar pengurus dapat mengetahui jumlah sampah yang diterima, volume produk yang dihasilkan, biaya operasional, pendapatan, serta perkembangan kegiatan secara berkala.
Keberadaan SOP juga membantu memastikan setiap proses pengelolaan sampah dilakukan dengan prosedur yang konsisten, mulai penerimaan dan pemilahan hingga pengolahan serta pemasaran produk.
Pada aspek pemasaran, anggota BSU Maju Bersama diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun identitas atau merek produk.
Materi yang diberikan mencakup strategi branding, pengemasan, penetapan harga, diversifikasi produk, dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.
Pemasaran digital diperkenalkan untuk membantu kelompok menjangkau calon konsumen secara lebih luas. Melalui media sosial, produk hasil pengolahan sampah dapat dipromosikan dengan biaya yang relatif terjangkau.
Pengemasan yang menarik dan informasi produk yang jelas juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperkuat daya saing produk.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan anggota BSU Maju Bersama dalam melakukan pemilahan serta pengolahan sampah.
Program tersebut turut didukung dengan penyediaan sarana pengolahan sederhana yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan kelompok secara mandiri.
Penguatan manajemen membantu anggota melakukan pencatatan produksi dan keuangan secara lebih tertib. Sementara pelatihan pemasaran meningkatkan kesiapan anggota dalam membangun identitas produk serta memanfaatkan media digital untuk promosi.
Melalui kegiatan ini, pengelolaan sampah di BSU Maju Bersama diharapkan tidak berhenti pada aktivitas pengumpulan dan pemilahan. Kegiatan tersebut perlu berkembang menjadi aktivitas produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi anggota dan masyarakat sekitar

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat UNIVED Bengkulu untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di BSU Maju Bersama.
Kolaborasi dosen Fakultas Ekonomi dan Fakultas Pertanian UNIVED Bengkulu menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus membantu menyelesaikan persoalan lingkungan.
Kolaborasi lintas disiplin memungkinkan pengelolaan sampah ditangani dari berbagai sisi, mulai proses pengolahan, pemanfaatan untuk pertanian, tata kelola organisasi, hingga pengembangan pasar.
Ke depan, penguatan BSU Maju Bersama diharapkan terus berlanjut sehingga mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Penerapan ekonomi sirkular memungkinkan sampah dikelola sejak dari sumber, dimanfaatkan kembali, dan diubah menjadi sumber daya yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Langkah tersebut sekaligus mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan sehat (red).