Catur bukan sekadar permainan, tetapi sarana membangun karakter dan kepemimpinan. Saat menghadiri pertandingan catur Popda XII Banten 2026 di Cilegon, Wagub Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa olahraga catur mengajarkan strategi, fokus, kesabaran, dan sportivitas. Ia berharap lahir master hingga grandmaster catur dari kalangan pelajar Banten. ♟️🏆
📷 @ray_munzir @ajimaul Cilegon|Eranews.id – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan bahwa olahraga catur tidak hanya berfungsi sebagai sarana kompetisi, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mampu membentuk karakter, mengasah kemampuan berpikir, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan bagi para pelajar.
Hal tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri pertandingan cabang olahraga catur pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah XII Provinsi Banten yang berlangsung di Aula DPRD Kota Cilegon, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Dimyati, olahraga catur mengajarkan berbagai nilai penting yang dibutuhkan generasi muda, mulai dari kemampuan menyusun strategi, menjaga fokus, bersabar dalam mengambil keputusan, menjunjung tinggi sportivitas, hingga membangun sikap saling menghormati.
“Olahraga catur tidak hanya mengasah kemampuan berpikir, tetapi juga mengajarkan strategi, fokus, kesabaran, sportivitas, dan saling menjaga,” ujarnya.
Dimyati mengatakan, pertandingan catur dalam Popda XII menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Banten untuk memasyarakatkan olahraga catur di kalangan pelajar sekaligus menjaring bibit-bibit atlet potensial yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, pembinaan olahraga catur harus dilakukan sejak usia dini agar lahir atlet-atlet yang memiliki kemampuan kompetitif dan mampu mengharumkan nama daerah.
“Di Popda ini selain bertanding, anak-anak kita dilatih untuk bercatur, menyukai catur, dan kita menciptakan master-master catur. Harapannya menjadi grandmaster,” ungkapnya.
Ia berharap melalui kompetisi berjenjang seperti Popda, Banten dapat melahirkan pecatur-pecatur muda berbakat yang kelak mampu bersaing di berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.
Lebih lanjut, Dimyati menekankan bahwa Popda bukan semata-mata ajang mencari juara. Menurutnya, kompetisi olahraga juga merupakan sarana pembentukan karakter generasi muda.
Ia menjelaskan, filosofi permainan catur mengajarkan bahwa setiap bidak memiliki peran penting dalam mencapai tujuan bersama. Nilai tersebut dinilai relevan dalam kehidupan sosial maupun kepemimpinan.
“Atlet-atlet atau anak-anak ini masih perlu dijaga, dibimbing, dan diajarkan. Tapi suatu saat bisa menjadi pemimpin,” katanya.
Dimyati menilai para pelajar yang saat ini mengikuti berbagai kompetisi olahraga merupakan calon-calon pemimpin masa depan yang perlu mendapatkan perhatian, pembinaan, dan dukungan dari semua pihak.
Pelaksanaan Popda XII Provinsi Banten menjadi momentum penting untuk mendorong pengembangan olahraga pelajar sekaligus memperkuat karakter generasi muda.
Selain meningkatkan prestasi olahraga, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat disiplin, kerja keras, daya juang, dan kemampuan berpikir strategis yang akan menjadi bekal penting bagi para pelajar dalam menghadapi tantangan masa depan (rils).