Gelar Rakor Bersama Mendes PDT Yandri Susanto, Wagub Dimyati Natakusumah Dorong Pembentukan ‘Banten Super Team’ Penanganan Stunting
📸 @wilkerswild Serang|Eranews.id — Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama seluruh sektor. Upaya ini harus mencakup perbaikan layanan kesehatan, penguatan ekonomi keluarga, edukasi pendidikan, ketahanan pangan, hingga penyediaan sanitasi lingkungan yang layak.
Hal tersebut ditegaskan Wagub Dimyati saat mengikuti Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Desa Wilayah Provinsi Banten. Acara yang dihadiri langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, Yandri Susanto, berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (03/11/2026).
Dalam arahannya, Dimyati menyampaikan bahwa intervensi percepatan penurunan stunting harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu tingkat keluarga, serta diperkuat melalui pembangunan desa yang terintegrasi.
“Penanganan stunting harus dimulai dari tingkat keluarga dan diperkuat melalui pembangunan desa. Karena itu, diperlukan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, perangkat daerah, hingga masyarakat untuk membangun Banten Super Team dalam menekan stunting dari hulu ke hilir,” ujar Dimyati Natakusumah.
Mendes PDT Yandri Susanto bersama Pemprov Banten mendorong agar alokasi pembangunan desa dan program ketahanan pangan di tingkat desa dapat menyasar secara tepat kepada keluarga berisiko stunting, ibu hamil, serta balita.
Sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah ini menjadi langkah konkret untuk memastikan konvergensi program pencegahan stunting berjalan efektif hingga ke pelosok desa di delapan kabupaten/kota se-Provinsi Banten.
Melalui sinergi lintas sektor yang solid antara pemerintah pusat, Pemprov Banten, pemkab/pemkot, hingga para kader posyandu di desa, Pemprov Banten optimistis angka prevalensi stunting dapat ditekan secara signifikan.
Langkah terstruktur dari hulu ke hilir ini diharapkan mampu melahirkan generasi penerus Banten yang sehat, cerdas, kuat, dan berdaya saing tinggi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 (rils).