Tinawati Andra Soni Kunjungi LPKA Kelas I Tangerang

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Jul 2026 18:48 0 54 Redaksi

Tangerang|Eranews.id – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengunjungi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang, Senin (27/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi wujud perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar dan proses pembinaan anak-anak yang sedang menjalani masa pembinaan di LPKA. Kehadiran Ketua Tim Pembina Posyandu juga membuka ruang penguatan kolaborasi dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pendampingan psikososial bagi anak binaan.

Anak-anak yang berada di LPKA tetap memiliki hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan, pendidikan, perlindungan, serta kesempatan mengembangkan potensi diri. Karena itu, proses pembinaan perlu dilaksanakan secara humanis dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.

Posyandu memiliki peran yang terus berkembang dalam mendukung pelayanan masyarakat. Perannya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan ibu dan balita, tetapi juga mencakup pelayanan dasar bagi masyarakat sepanjang siklus kehidupan, termasuk kelompok remaja.

Melalui kunjungan ini, perhatian terhadap kesehatan dan perkembangan anak binaan diharapkan semakin kuat. Pendampingan yang berkelanjutan diperlukan agar mereka tetap memiliki semangat, kepercayaan diri, dan kesiapan untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Sinergi antara Tim Pembina Posyandu, pengelola LPKA, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pendidik, dan unsur masyarakat menjadi penting dalam membangun sistem pembinaan yang menyeluruh. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada pemeriksaan kesehatan, edukasi pola hidup bersih dan sehat, penguatan kesehatan mental, pendidikan karakter, serta pengembangan keterampilan.

Kunjungan Tinawati Andra Soni ke LPKA Kelas I Tangerang sekaligus membawa pesan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan merancang masa depan yang lebih baik. Lingkungan pembinaan yang ramah anak diharapkan dapat membantu proses perubahan perilaku sekaligus mempersiapkan mereka kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat (rils).

LAINNYA