Prabowo Kutip Pepatah Rusia di EEF, Putin Bertepuk Tangan

waktu baca 3 menit
Jumat, 4 Sep 2026 06:23 0 40 Redaksi

Internasional|Eranews.id– Presiden RI Prabowo Subianto mencuri perhatian saat menyampaikan pidato dalam sidang pleno Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Di hadapan Presiden Rusia Vladimir Putin dan para pemimpin negara lainnya, Prabowo mengutip pepatah Rusia, “Odin v pole ne voin” atau Один в поле не воин.

Pepatah tersebut secara harfiah menggambarkan bahwa satu orang di medan perjuangan tidak dapat menjadi pasukan. Prabowo memaknainya sebagai pesan bahwa kemenangan tidak dapat dicapai dengan berjuang sendirian.

“Saya memahami bahwa masyarakat Rusia memiliki sebuah pepatah, Odin v pole ne voin. Tidak akan ada kemenangan jika kita berjuang sendirian,” kata Prabowo.

Ucapan tersebut langsung disambut tepuk tangan peserta forum. Putin yang duduk di atas panggung terlihat tersenyum dan turut bertepuk tangan.

Disandingkan dengan Semangat Gotong Royong

Prabowo kemudian menyandingkan pepatah Rusia tersebut dengan nilai gotong royong yang hidup dalam masyarakat Indonesia.

Menurutnya, perbedaan bahasa tidak menghilangkan kesamaan nilai luhur yang diwariskan para leluhur kedua bangsa.

“Di Indonesia, kami memiliki pepatah yang serupa. Kami menyebutnya gotong royong,” ujar Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa beban seberat apa pun akan terasa lebih ringan apabila dipikul bersama. Prinsip tersebut dinilai relevan dalam menghadapi tantangan global yang tidak mungkin diselesaikan satu negara secara sendiri-sendiri.

Kesamaan filosofi antara pepatah Rusia dan gotong royong menjadi pintu masuk bagi Prabowo untuk menyampaikan pentingnya solidaritas, kemitraan, dan kerja sama yang saling menguntungkan.

Pidato tersebut disampaikan di Far Eastern Federal University, Pulau Russky, Vladivostok. Rekaman sidang pleno juga dipublikasikan melalui laman resmi Presiden Rusia.

Kerja Sama Harus Dirasakan Masyarakat

Prabowo menegaskan bahwa hubungan bilateral tidak boleh berhenti pada kesepakatan antarpemerintah atau pencapaian angka-angka perdagangan.

Menurutnya, manfaat kerja sama harus dirasakan masyarakat hingga lapisan terbawah, termasuk nelayan, pekerja, petani, dan pelaku industri.

Ia mengaitkan pesan tersebut dengan pembahasan mengenai tarif dalam perjanjian perdagangan bebas, koridor transportasi, sistem pembayaran, serta proyek industri Indonesia dan Rusia.

Prabowo menggambarkan keberhasilan kerja sama melalui kehidupan seorang nelayan di Indonesia dan pembuat kapal di Rusia yang sama-sama memiliki keyakinan bahwa masa depan anak-anak mereka akan lebih baik.

Pemerintah Indonesia menyatakan pembangunan harus diukur dari perubahan nyata dalam kehidupan rakyat, bukan hanya berdasarkan besarnya investasi ataupun nilai perdagangan. Presiden Republik Indonesia

Dorong Perdagangan dan Konektivitas

Dalam forum tersebut, Prabowo mengajak Indonesia dan Rusia menetapkan target yang lebih ambisius, termasuk menggandakan nilai perdagangan bilateral.

Peluang peningkatan perdagangan turut didukung Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Eurasian Economic Union atau Indonesia–EAEU FTA.

EAEU terdiri atas Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kirgizstan. Perjanjian tersebut membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan kawasan Eurasia.

Selain perdagangan, Prabowo mendorong peningkatan konektivitas langsung melalui jalur penerbangan dan pelayaran. Konektivitas dinilai penting untuk menekan biaya logistik, memperlancar pergerakan barang dan manusia, serta membuka peluang investasi dan pariwisata.

Indonesia juga menawarkan diri sebagai penghubung Rusia menuju pasar Asia Tenggara. Sebaliknya, Rusia dapat menjadi salah satu pintu masuk produk Indonesia ke kawasan Eurasia.

Indonesia Jadi Tamu Kehormatan Utama

Prabowo menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Vladimir Putin.

Forum yang berlangsung pada 1–4 September 2026 tersebut mengusung tema “The Far East: Development for the Benefit of the People” atau pembangunan kawasan Timur Jauh untuk kepentingan masyarakat.

Selain Prabowo dan Putin, sidang pleno dihadiri Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang, Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, dan Wakil Presiden Myanmar U Nyo Saw.

EEF menjadi forum internasional untuk membahas perdagangan, investasi, energi, konektivitas, industri, teknologi, dan pengembangan kawasan Timur Jauh Rusia. Presiden Republik Indonesia

Melalui pepatah “Odin v pole ne voin”, Prabowo menegaskan bahwa kemakmuran bersama membutuhkan kolaborasi. Semangat gotong royong yang dikenal di Indonesia dinilai memiliki pesan universal: tidak ada negara yang mampu menghadapi seluruh tantangan global sendirian (red).

LAINNYA