Gubernur Banten Andra Soni memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Pos PGA Pasauran, Kabupaten Serang, Selasa (8/9/2026).
📷:@hikmatullah04 Kabupaten Serang|Eranews.id – Gubernur Banten Andra Soni kembali meninjau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Selasa (8/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pemantauan aktivitas vulkanik, penanganan dampak abu, distribusi masker, dan langkah mitigasi di wilayah terdampak berjalan dengan baik.
Berdasarkan koordinasi Pemerintah Provinsi Banten dengan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), aktivitas vulkanik menunjukkan penurunan. Namun, kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas karena erupsi masih berpotensi terjadi.
Penurunan aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak boleh membuat pemerintah dan masyarakat mengurangi kewaspadaan.
BMKG melaporkan Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi kecil bertipe Strombolian pada Selasa pukul 07.49 WIB. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 48 milimeter dan berlangsung selama 19 detik.
BMKG juga mencatat intensitas aktivitas geomagnetik serta kilatan petir vulkanik lebih rendah dibandingkan hari-hari sebelumnya. Kondisi itu menjadi salah satu indikasi menurunnya intensitas aktivitas, tetapi belum menunjukkan bahwa rangkaian erupsi telah berakhir. BMKG
Karena itu, Pemprov Banten bersama pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat koordinasi dengan lembaga teknis yang berwenang.
Selain aktivitas gunung, pemerintah terus memantau pergerakan abu vulkanik yang dipengaruhi arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan atmosfer.
Pemantauan diperlukan karena arah sebaran abu dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca. Informasi mengenai arah angin, ketinggian abu, kualitas udara, dan dampaknya terhadap transportasi akan terus diperbarui oleh lembaga terkait.
Pemprov Banten juga memastikan distribusi masker dan penanganan darurat berjalan di wilayah yang terdampak. Pemerintah kabupaten dan kota diminta terus berkoordinasi hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani dengan cepat.
Dalam pemantauan sebelumnya, Andra Soni telah meminta jajaran pemerintah daerah memastikan kesiapan jalur evakuasi, lokasi pengungsian, pelayanan kesehatan, dan penyampaian informasi kepada masyarakat. Keselamatan warga tetap ditempatkan sebagai prioritas utama. Pemprov Banten
Andra Soni mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta mengikuti informasi dari pemerintah, PVMBG, BMKG, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Warga yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kacamata pelindung juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko iritasi mata akibat paparan abu.
Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi apabila paparan abu meningkat. Masyarakat juga perlu menutup tempat penyimpanan air dan makanan serta membersihkan abu yang menumpuk secara hati-hati agar tidak kembali beterbangan.
Masyarakat, wisatawan, dan nelayan tetap diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Pemprov Banten
Pemerintah Provinsi Banten memastikan pemantauan dan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan hingga aktivitas Gunung Anak Krakatau benar-benar dinyatakan aman oleh lembaga berwenang (rils).