Andra Soni Minta Pencarian Jurnalis Anak Krakatau Diperpanjang

waktu baca 3 menit
Selasa, 15 Sep 2026 06:36 0 38 Redaksi

Pandeglang|Eranews.id – Gubernur Banten Andra Soni menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Operasi SAR Gabungan di Posko SAR Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (14/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Andra secara resmi meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperpanjang operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru serta pendamping perjalanan yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Permohonan disampaikan setelah Andra mendengarkan aspirasi keluarga korban sekaligus mengevaluasi pelaksanaan operasi pencarian yang telah berlangsung selama tujuh hari.

Basarnas Perpanjang Pencarian Tiga Hari

Merespons permohonan Pemerintah Provinsi Banten dan keluarga korban, Basarnas bersama Tim SAR Gabungan memutuskan memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, pencarian hingga hari ketujuh belum membuahkan hasil. Berdasarkan evaluasi bersama, seluruh unsur sepakat melanjutkan pencarian dengan mempertimbangkan data cuaca, kondisi laut, dan potensi pergerakan arus.

Perpanjangan operasi juga menjadi bentuk ikhtiar untuk memenuhi harapan keluarga yang masih menantikan kepastian mengenai keberadaan para korban.

“Harapan evaluasi terhadap tujuh hari ini kita maksimalkan, kemudian berupaya menemukan saudara-saudara kita,” kata Andra.

Area Pencarian Capai 6.010 NM²

Operasi pencarian telah melibatkan berbagai unsur pemerintah, TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta masyarakat.

Pada perkembangan hari ketujuh, kekuatan operasi tercatat mencapai 551 personel, 15 kapal, dan satu helikopter. Tim juga memanfaatkan drone termal serta dukungan pemantauan komunikasi dan frekuensi untuk mencari kemungkinan jejak para korban.

Area pencarian dibagi menjadi enam sektor yang terdiri atas lima sektor laut dan satu sektor udara, dengan luas keseluruhan mencapai sekitar 6.010 mil laut persegi atau NM².

Penyisiran dilakukan di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Sertung, perairan Banten dan Lampung, hingga pesisir Bengkunat. Pencarian juga diperluas dengan mempertimbangkan prediksi pergeseran arus menuju Samudra Hindia dan Bengkulu.

Kendala Jarak Pandang dan Abu Vulkanik

Tim SAR Gabungan menggunakan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sebagai dasar menentukan sektor pencarian.

Kondisi abu vulkanik dan kabut di sekitar Gunung Anak Krakatau sempat mengurangi jarak pandang petugas. Meski demikian, pencarian tetap dilakukan dengan memperhatikan batas aman aktivitas gunung api.

Penyelaman belum dapat dilakukan karena tim belum menemukan titik pasti maupun bangkai kapal yang dapat dijadikan lokasi pencarian bawah air. Kapal dan unsur udara tetap dikerahkan untuk menyisir sektor yang telah ditentukan.

Delapan Orang Hilang Kontak

Lima jurnalis dan tiga orang lainnya hilang kontak ketika melakukan perjalanan peliputan menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).

Lima jurnalis tersebut ialah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta jurnalis lepas Donal Husni.

Sementara itu, tiga orang lainnya terdiri atas Warta sebagai nakhoda kapal, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Rombongan berangkat menggunakan kapal Arupadhatu I dari Dermaga Pegedongan, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Mereka kemudian dilaporkan hilang kontak dalam perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Pendampingan Keluarga Menjadi Prioritas

Andra menyampaikan penghargaan kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian. Ia meminta Basarnas, Polda Banten, Direktorat Polisi Perairan dan Udara, Pangkalan TNI Angkatan Laut Banten, serta seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi.

Pemerintah Provinsi Banten juga memastikan pendampingan kepada keluarga korban tetap menjadi prioritas selama masa perpanjangan pencarian.

Pendampingan tersebut mencakup penyampaian perkembangan operasi secara berkala, dukungan moral, serta koordinasi dengan instansi terkait untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama menunggu hasil pencarian (rils).

LAINNYA