Dr. Arbain Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum RJI Periode 2026–2030

waktu baca 3 menit
Sabtu, 18 Jul 2026 07:24 0 203 Redaksi

Jakarta|Eranews.id – Dr. Arbain, M.Pd. resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Pusat Perkumpulan Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Periode 2026–2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) IV RJI yang berlangsung di Jakarta pada 17–18 Juli 2026.

Pemilihan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Hari Lahir (Harlah) Ke-10 RJI, yang diselenggarakan bersamaan dengan Simposium Nasional dan Munas IV Perkumpulan Relawan Jurnal Indonesia. Kegiatan berlangsung secara hibrida, bertempat di Ruang Pinus Lantai 5 Grand Whiz Poins Simatupang, Jakarta, serta diikuti peserta dari berbagai daerah melalui platform Zoom Meeting.

Terpilihnya Dr. Arbain secara aklamasi mencerminkan tingginya kepercayaan anggota terhadap kepemimpinannya dalam melanjutkan transformasi organisasi sekaligus memperkuat peran RJI sebagai mitra strategis bagi pengelola jurnal ilmiah di Indonesia.

Dalam pidato arahannya, Dr. Arbain menegaskan bahwa kepengurusan RJI periode 2026–2030 akan mengusung visi organisasi yang berorientasi pada dampak (impact-oriented organization). Menurutnya, RJI tidak hanya berperan sebagai komunitas pendamping jurnal, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas publikasi ilmiah Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Salah satu program unggulan yang akan menjadi prioritas adalah penguatan PANJI (Program Pendampingan Pengelolaan Jurnal Internasional). Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengelola jurnal agar mampu memenuhi standar publikasi internasional melalui pendampingan yang berkelanjutan.

Melalui PANJI, pengelola jurnal akan memperoleh pembinaan dalam berbagai aspek, mulai dari tata kelola editorial, peningkatan kualitas substansi artikel, penguatan proses peer review, pengembangan jejaring akademik internasional, hingga strategi meningkatkan visibilitas jurnal pada berbagai indeks bereputasi.

Selain itu, kepengurusan baru juga menaruh perhatian besar terhadap pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan jurnal ilmiah. Menurut Dr. Arbain, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan jurnal, namun tetap mengedepankan prinsip etika publikasi, integritas akademik, transparansi, serta pengawasan manusia dalam setiap proses editorial.

“AI merupakan alat bantu yang dapat meningkatkan kualitas layanan jurnal, tetapi tidak dapat menggantikan tanggung jawab akademik editor maupun reviewer. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus dilakukan secara bijaksana, bertanggung jawab, dan sesuai prinsip etika publikasi ilmiah,” ujarnya.

Dok. Realwan Jurnal Indonesia

Agenda strategis lainnya adalah melakukan pemetaan kebutuhan pendampingan jurnal di seluruh Indonesia. Langkah tersebut dinilai penting agar program pembinaan yang dilakukan RJI dapat disesuaikan dengan tingkat perkembangan masing-masing jurnal, baik yang masih berada pada tahap awal pengelolaan maupun yang sedang mempersiapkan indeksasi nasional dan internasional.

Melalui pendekatan berbasis kebutuhan, RJI berharap proses pendampingan menjadi lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menghasilkan peningkatan mutu jurnal secara berkelanjutan.

Pada periode kepemimpinan baru ini, RJI juga menyatakan komitmennya untuk mendukung implementasi Program RINJANI, sebuah inisiatif yang dikembangkan untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus memperluas kontribusi RJI dalam membangun ekosistem publikasi ilmiah nasional yang berkualitas dan berintegritas.

Munas IV RJI menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah memasuki usia satu dekade. Selain memilih kepengurusan baru, forum tersebut juga menjadi ruang konsolidasi nasional dalam merumuskan arah kebijakan organisasi menghadapi berbagai tantangan baru, mulai dari internasionalisasi jurnal, transformasi digital, perkembangan teknologi kecerdasan buatan, hingga peningkatan standar tata kelola publikasi ilmiah.

Dengan mandat yang diperoleh secara aklamasi, Dr. Arbain diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pengelola jurnal, perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, asosiasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mewujudkan sistem publikasi ilmiah Indonesia yang semakin profesional, kredibel, berintegritas, dan memiliki daya saing di tingkat global (red).

 

LAINNYA