Panen Raya Singkong Lebak, Andra Soni Pastikan Akses dan Pasar

waktu baca 3 menit
Kamis, 10 Sep 2026 13:33 0 34 Redaksi

Lebak|Eranews.id – Gubernur Banten Andra Soni melakukan panen raya perdana sekaligus penanaman kembali singkong di Desa Sangiangjaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Kamis (10/9/2026).

Panen dilakukan di lahan seluas tujuh hektare yang dikelola masyarakat. Singkong yang dihasilkan memiliki kualitas super serta telah memperoleh kepastian pembeli hasil panen atau offtaker dengan harga jual yang dinilai cukup tinggi.

Keberadaan offtaker memberikan kepastian kepada petani bahwa hasil produksinya akan terserap pasar. Pola tersebut diharapkan mampu menjaga pendapatan petani sekaligus mendorong keberlanjutan budidaya singkong di Kabupaten Lebak.

Panen Dilanjutkan dengan Penanaman Kembali

Kegiatan panen raya tidak berhenti pada proses pengambilan hasil produksi. Andra Soni bersama masyarakat turut melakukan penanaman kembali agar siklus budidaya singkong berlangsung secara berkesinambungan.

Penanaman kembali menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi dan pasokan. Petani juga dapat merencanakan masa tanam dan panen berdasarkan kebutuhan pasar serta kapasitas pembelian offtaker.

Pengelolaan lahan oleh masyarakat menunjukkan bahwa sektor pertanian dapat menjadi sumber penghasilan apabila ditunjang produktivitas, kualitas hasil panen, sarana produksi, dan kepastian pasar.

Akses Jalan Akan Diperbaiki

Untuk mendukung keberlanjutan usaha tani singkong, Andra Soni menyatakan akan memperbaiki aksesibilitas jalan menuju kawasan produksi.

Kondisi jalan mempunyai pengaruh langsung terhadap biaya angkut dan kualitas hasil pertanian. Akses yang memadai akan mempercepat pengangkutan singkong dari lahan menuju lokasi pengumpulan, pengolahan, maupun pasar.

Perbaikan akses juga diharapkan mempermudah masuknya sarana produksi pertanian, termasuk bibit, pupuk, alat pertanian, dan kendaraan pengangkut.

Dengan konektivitas yang lebih baik, biaya logistik dapat ditekan sehingga petani memperoleh bagian pendapatan yang lebih optimal dari setiap hasil panen.

Permudah Akses Pupuk Bersubsidi

Selain infrastruktur jalan, Pemprov Banten akan mendorong kemudahan petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi sesuai ketentuan.

Ketersediaan pupuk tepat waktu diperlukan agar proses penanaman dan pemeliharaan tanaman tidak terganggu. Karena itu, pendataan petani, kebutuhan pupuk, jadwal penyaluran, dan pengawasan distribusi perlu dilaksanakan secara terintegrasi.

Kemudahan mengakses pupuk diharapkan membantu petani menjaga produktivitas sekaligus mengendalikan biaya produksi.

Pendampingan juga diperlukan agar penggunaan pupuk dilakukan secara tepat dosis dan sesuai kondisi lahan. Dengan demikian, peningkatan produksi tetap memperhatikan kesuburan tanah serta keberlanjutan lingkungan.

Kepastian Pasar Jadi Kunci

Kepastian pasar menjadi salah satu unsur utama dalam keberlanjutan budidaya singkong di Desa Sangiangjaya.

Kemitraan dengan offtaker memungkinkan petani memperoleh informasi mengenai standar kualitas, jumlah kebutuhan, waktu penyerapan, dan harga pembelian sebelum memasuki masa panen.

Pola tersebut dapat mengurangi risiko hasil panen tidak terserap atau harga jatuh ketika produksi meningkat. Kemitraan juga perlu dibangun secara transparan agar memberikan keuntungan yang adil bagi petani dan pembeli.

Keberhasilan panen perdana di lahan tujuh hektare tersebut diharapkan menjadi awal pengembangan kawasan produksi singkong yang lebih luas dan terencana.

Pengembangan selanjutnya dapat diarahkan pada pengolahan hasil agar singkong tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga memiliki nilai tambah dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Melalui dukungan jalan, pupuk, pendampingan, dan kepastian pasar, budidaya singkong di Kabupaten Lebak diharapkan berkembang menjadi kegiatan ekonomi masyarakat yang produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan (rils).

LAINNYA