(Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)
NO: 400.14.4.3/16-Prokopim/VII/2026 Kabupaten Tangerang|Eranews.id – Memasuki hari kesembilan penanganan kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin doa bersama jajaran tim penanggulangan bencana dan para relawan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lokasi TPA Jatiwaringin, Rabu (8/7/2026), sebagai ikhtiar memohon kelancaran proses pemadaman serta keselamatan seluruh personel dan masyarakat terdampak.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukur karena sejumlah kecamatan di Kabupaten Tangerang telah melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan yang diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman.
“Alhamdulillah beberapa kecamatan juga sudah melaksanakan salat istisqa untuk bisa diturunkan hujan. Karena dengan hujan akan mempercepat proses pemadaman ini. Mari bersama juga kita berdoa, memohon kepada Allah SWT untuk kelancaran proses pemadaman dan keselamatan kita semua, termasuk masyarakat,” ujar Maesyal Rasyid.
Di sela kegiatan monitoring, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam upaya penanggulangan kebakaran yang telah berlangsung selama sembilan hari.
Ia menyebut penanganan bencana ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, hingga para relawan yang terus bekerja tanpa mengenal waktu.
“Hari ini penanganan bencana kebakaran hari yang ke-9. Semua tim, baik dari pusat, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni, relawan, Forkopimda, OPD, BPBD, Dinas Kesehatan, Kota Tangerang, Jakarta Barat, Kota Serang, termasuk juga dari Provinsi Banten. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan upayanya yang tak pernah berhenti menangani bencana kebakaran ini,” katanya.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas instansi menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan selama proses pemadaman berlangsung.
“Alhamdulillah semuanya semangat terus. Tadi kita lihat masih ada titik-titik asap yang harus dipadamkan. Semuanya sudah saling membantu, bergandeng tangan bersama-sama dalam upaya pemadaman api ini,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, proses pemadaman masih difokuskan pada titik-titik yang mengeluarkan asap melalui penyiraman intensif menggunakan armada pemadam kebakaran. Untuk lokasi yang sulit dijangkau dari darat, operasi water bombing menggunakan helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus dilakukan.
Ia menegaskan bahwa sinergi seluruh pihak harus terus dipertahankan agar penanganan kebakaran dapat berlangsung lebih efektif.
“Sinergi dan kolaborasi yang bagus ini harus terus kita pertahankan dan kita evaluasi bersama untuk mempertegas tugas masing-masing, sebagai bagian dari rasa tanggung jawab bersama-sama untuk kepentingan pemadaman api ini,” tegasnya.
Selain fokus pada pemadaman, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memastikan penanganan masyarakat terdampak tetap menjadi prioritas.
Posko evakuasi disiapkan di Desa Rajeg Mulya dan Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, lengkap dengan layanan kesehatan, kebutuhan logistik, makanan, minuman, vitamin, dan suplemen bagi warga yang terdampak asap kebakaran.
“Apabila asapnya ke wilayah pemukiman, langsung kita tangani evakuasi di kantor desa, baik di Rajeg Mulya maupun Tanjakan Mekar. Petugas kesehatan selalu siaga, kebutuhan makan, minum, vitamin, dan suplemen juga kami siapkan agar masyarakat tetap sehat,” jelasnya.
Terkait rencana rekayasa cuaca, Bupati Maesyal mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang masih menunggu hasil analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurutnya, hingga saat ini kondisi awan di wilayah terdampak masih terlalu tipis sehingga belum memenuhi syarat untuk pelaksanaan hujan buatan.
“Untuk rekayasa hujan, kita terus menunggu dari BMKG. Karena di sini awannya masih sangat tipis, belum bisa diupayakan,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia, baik melalui pemadaman darat maupun udara, sembari terus memantau kondisi masyarakat terdampak hingga situasi benar-benar terkendali (rils).