Respon Pemilu Sela AS, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Tegaskan Serangan Baru Bakal Picu Perang Lebih Luas

waktu baca 3 menit
Kamis, 5 Nov 2026 06:17 0 12 Redaksi

Internasional|Eranews.id — Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) bahwa setiap agresi militer baru terhadap negaranya akan memicu eskalasi perang yang jauh lebih luas dan menghancurkan.

Pernyataan tegas tersebut dirilis melalui situs resminya pada Rabu (04/11/2026), di tengah dinamika kekalahan politik Presiden Donald Trump dalam pemilu sela AS yang membuat Partai Demokrat berhasil menguasai kontrol di Kongres.

Mojtaba Khamenei menegaskan Teheran tidak pernah menggantungkan harapan bahwa pergeseran peta kekuatan politik di Washington DC akan mengubah karakter dan sikap permusuhan mendasar AS terhadap bangsa Iran.

“Mereka yang masih menyimpan harapan sekecil apa pun bahwa perilaku sistem hegemonik dapat berubah melalui pergantian partai atau faksi, atau yang membayangkan bahwa memberikan konsesi kepada Amerika Serikat dapat membuatnya menghentikan permusuhan terhadap bangsa Iran, benar-benar keliru,” tegas Mojtaba Khamenei.

Peringatkan AS dan Israel Usai Gertakan Serangan Lanjutan

Ketegangan di kawasan meningkat seiring dengan upaya diplomatik yang masih berjalan untuk mencegah kembali pecahnya pertempuran secara terbuka. Konflik bersenjata antara AS, Israel, dan Iran sebelumnya pecah pertama kali pada 28 Februari lalu.

Menanggapi ancaman yang kembali diembuskan para pemimpin AS dan Israel dalam beberapa hari terakhir, pihak Teheran memastikan tidak akan tinggal diam jika wilayah kedaulatannya diserang kembali.

“Jika agresi semacam itu terulang, cakupan perang akan menjadi jauh lebih luas,” peringat Khamenei.

Pejabat Iran Sebut Pemilih AS Tolak Keinginan Perang Trump

Kemenangan Partai Demokrat pada pemilu sela AS dipandang oleh jajaran pejabat tinggi Iran sebagai artikulasi ketidakpuasan publik Amerika terhadap tingginya biaya hidup, lonjakan harga bahan bakar, serta kebijakan tarif perang pemerintahan Trump.

Ketua Negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menilai pesan dari pemungutan suara di Amerika Serikat tersebut sudah sangat benderang.

“Entah karena hati nurani atau biaya hidup, rakyat Amerika mengatakan TIDAK PADA PERANG, dan kami mendukung pesan ini. Jika pemerintah AS mengkhianati kehendak rakyatnya demi melayani pihak-pihak internasional yang menjadi penyandang dana dan pemeras, mereka akan mengetahui bahwa kata TIDAK dari kami datang bersama mimpi buruk,” tulis Ghalibaf melalui akun X miliknya.

Nada serupa disampaikan Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, yang menyebut Donald Trump telah menderita kekalahan ganda di medan perang maupun di panggung politik domestik.

“Trump telah dikalahkan baik secara militer maupun politik. Kami pasti akan memberikan kekalahan lebih lanjut kepadanya,” tandas Ejei.

Sebagai informasi, Mojtaba Khamenei (57) resmi diangkat menjadi Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret 2026 lalu menggantikan sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan gabungan AS-Israel pada awal perang Februari 2026. Sejak menjabat, Mojtaba terus mengendalikan garis kebijakan strategis Iran melalui pernyataan-pernyataan tertulis resminya.

LAINNYA