PALEMBANG|Eranews.id – Pengurus Daerah Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat koordinasi secara daring pada Minggu (31/5/2026) guna membahas tindak lanjut program Literasi Jurnal dalam rangka Semarak Hari Ulang Tahun ke-10 RJI sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Workshop Pengelolaan Jurnal dan Publikasi Ilmiah yang akan diselenggarakan pada Juni 2026.
Rapat dipandu oleh Ketua Divisi Kesekretariatan RJI Sumsel, Fransiska Soejono, S.E., M.Sc., yang bertindak sebagai moderator dan master of ceremony (MC). Sementara itu, arah kebijakan organisasi dan pembahasan program dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Daerah RJI Sumsel, Iredho Fani Reza, M.A.Si.
Dalam paparannya, Iredho menyampaikan kembali arahan Ketua Pengurus Pusat RJI, Dr. Arbain, S.Pd., M.Pd., terkait pelaksanaan program Literasi Jurnal sebagai bagian dari peringatan satu dekade berdirinya Relawan Jurnal Indonesia.
Menurutnya, program tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas pengelola jurnal ilmiah di Indonesia, meningkatkan kualitas publikasi akademik, serta mempercepat transformasi jurnal nasional menuju standar internasional.
“Program Literasi Jurnal tidak hanya menjadi rangkaian peringatan HUT ke-10 RJI, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah di Indonesia,” ujar Iredho.
Sebagai tindak lanjut dari arahan tersebut, rapat menyepakati pelaksanaan Workshop Pengelolaan Jurnal dan Publikasi Ilmiah yang akan digelar secara daring pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kegiatan ini ditujukan bagi pengelola jurnal, editor, reviewer, dosen, peneliti, serta akademisi yang ingin meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam tata kelola jurnal ilmiah.
Workshop tersebut akan menghadirkan sejumlah materi strategis yang relevan dengan kebutuhan pengelola jurnal saat ini. Di antaranya adalah persiapan desk evaluasi editor, manajemen tata kelola dan publikasi jurnal ilmiah, strategi pengelolaan jurnal menuju indeksasi Scopus, hingga penguatan substansi artikel ilmiah agar memenuhi standar kualitas publikasi bereputasi.
Rapat koordinasi turut dihadiri jajaran pengurus inti RJI Sumsel, yakni Dr. Viktor Pandra, M.Pd. selaku Wakil Ketua I, Wahyu Mustajab, M.Pd. selaku Wakil Ketua II, Sulton Nawawi, M.Pd. selaku Wakil Ketua III, serta Dr. Rohana, M.Pd. selaku Bendahara.
Selain itu, hadir pula sejumlah pengurus dari berbagai divisi, di antaranya Padriyansyah, S.E., M.Si. dari Divisi Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi, Yunika Lestaria Ningsih, M.Pd., Hafiz Irsyad, M.Kom., dan Feli Ramury, M.Pd. dari Divisi Riset dan Publikasi, Nita Nurdiana, M.T. dan Widayanti, M.Pd. dari Divisi Kesekretariatan, serta Ani Nafisah, M.Pd.I. dan Miftakhur Rohmah, M.Pd. dari Divisi Perencanaan dan Keuangan.
Iredho menegaskan bahwa workshop tersebut merupakan bentuk komitmen nyata RJI Sumsel dalam mendukung peningkatan mutu jurnal ilmiah di lingkungan perguruan tinggi maupun lembaga penelitian.
Menurutnya, selain memperkuat tata kelola jurnal, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu para pengelola memahami berbagai aspek penting dalam proses akreditasi nasional maupun indeksasi internasional.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak jurnal yang mampu meningkatkan kualitas pengelolaannya, memperoleh akreditasi yang lebih baik, serta mampu bersaing di tingkat internasional,” katanya.
RJI Sumsel menargetkan workshop tersebut dapat menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi para pengelola jurnal sehingga tercipta ekosistem publikasi ilmiah yang lebih profesional, berkualitas, dan berdaya saing global.
Pelaksanaan rapat koordinasi ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Pengurus Pusat Relawan Jurnal Indonesia tentang Literasi Jurnal Semarak Hari Ulang Tahun ke-10 RJI yang mendorong seluruh pengurus daerah untuk aktif memperkuat kapasitas pengelolaan jurnal ilmiah di wilayah masing-masing.
Dengan semangat satu dekade pengabdian, RJI Sumsel berkomitmen terus berkontribusi dalam mendorong kemajuan publikasi ilmiah Indonesia melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, tata kelola jurnal yang profesional, dan pengembangan budaya akademik yang berkualitas.