Andra Soni Tegaskan Pemerintah Fokus Sejahterakan Nelayan

waktu baca 3 menit
Senin, 28 Sep 2026 16:14 0 51 Redaksi

Pandeglang|Eranews.id – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pemerintah memberikan perhatian terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk nelayan dan warga yang tinggal di kawasan pesisir.

Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat menghadiri Festival Bahari Nusantara Tasyakuran Laut Sidamukti 2026 di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sidamukti, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Senin (28/9/2026).

“Insyaallah Presiden Prabowo Subianto fokus pada kesejahteraan masyarakat,” kata Andra Soni.

Menurutnya, perhatian terhadap masyarakat pesisir diwujudkan melalui berbagai program pemerintah pusat dan daerah yang menyasar aspek ekonomi, perlindungan sosial, keselamatan kerja, infrastruktur, hingga peningkatan produktivitas nelayan.

Program Pemerintah Menyasar Nelayan

Dalam kesempatan tersebut, Andra memaparkan sejumlah program pemerintah yang dapat memberikan manfaat bagi nelayan dan keluarganya.

Program itu antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan Merah Putih, bantuan iuran jaminan sosial ketenagakerjaan, serta penyediaan alat pemantau posisi kapal.

Program Makan Bergizi Gratis dinilai dapat membuka peluang penyerapan komoditas pangan lokal, termasuk ikan hasil tangkapan nelayan. Pemanfaatan hasil perikanan lokal diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan.

Sementara itu, Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penyediaan fasilitas pendukung.

Fasilitas tersebut dapat mencakup pabrik es, gudang beku, bengkel kapal, sentra kuliner, dan kios perbekalan nelayan. Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih tahap pertama, termasuk di Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

Perkuat Perlindungan dan Keselamatan Nelayan

Andra Soni juga menyoroti pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi nelayan yang menghadapi risiko tinggi ketika melaut.

Bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu bentuk perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja dan kematian. Program tersebut diharapkan memberikan kepastian perlindungan bagi nelayan sekaligus membantu keluarganya apabila terjadi kecelakaan saat bekerja.

Selain perlindungan sosial, Pemerintah Provinsi Banten juga mendorong penggunaan teknologi keselamatan berupa Automatic Identification System atau AIS pada kapal-kapal nelayan.

Perangkat tersebut dapat membantu memantau posisi dan pergerakan kapal sehingga memudahkan pengawasan serta pencarian apabila terjadi keadaan darurat di laut.

Pemprov Banten sebelumnya telah menyalurkan bantuan jaminan sosial dan perangkat AIS kepada nelayan kapal kecil sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan kerja di laut.

Tampung Aspirasi Perbaikan Jetty

Dalam dialog bersama masyarakat, Andra menerima sejumlah aspirasi dari nelayan Sidamukti. Salah satunya berkaitan dengan kebutuhan perbaikan jetty atau dermaga pelindung serta penanganan pendangkalan muara.

“Tadi juga ada aspirasi perbaikan jetty dan pendangkalan muara,” ujarnya.

Pendangkalan muara dapat menghambat pergerakan kapal nelayan, terutama ketika air laut sedang surut. Kondisi tersebut dapat memengaruhi waktu keberangkatan, proses pendaratan hasil tangkapan, dan keselamatan kapal ketika keluar-masuk kawasan pantai.

Perbaikan jetty juga diperlukan untuk melindungi jalur keluar-masuk kapal dari gelombang dan sedimentasi. Aspirasi tersebut selanjutnya memerlukan kajian teknis dan koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta instansi yang memiliki kewenangan terhadap kawasan pesisir.

Tasyakuran Laut Lestarikan Budaya Pesisir

Festival Bahari Nusantara Tasyakuran Laut Sidamukti 2026 merupakan bentuk rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut sekaligus upaya melestarikan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 29 Agustus hingga 28 September 2026 dengan mengusung tema “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Identitas, dan Membangun Pariwisata Berkelanjutan”.

Kegiatan tersebut mencakup tradisi larung saji, pagelaran seni dan budaya, perlombaan rakyat, festival kuliner, turnamen sepak bola, serta kegiatan lain yang melibatkan masyarakat.

Selain menjaga kebudayaan, festival tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi nelayan, pedagang, pelaku usaha mikro, pengrajin, dan penyedia jasa di Desa Sidamukti.

Kehadiran pemerintah dalam kegiatan itu sekaligus menjadi ruang untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat pesisir.

Andra menegaskan bahwa program peningkatan kesejahteraan nelayan harus disertai perbaikan infrastruktur, perlindungan sosial, penggunaan teknologi keselamatan, dan kemudahan akses terhadap pasar hasil perikanan (rils).

LAINNYA