AMMSI Dukung Efisiensi Anggaran Makan Bergizi Gratis, Tegaskan Tolak Dapur Ilegal

waktu baca 2 menit
Jumat, 19 Jun 2026 19:30 0 71 Redaksi

Jakarta|Eranews.id — Asosiasi Mitra Makan Bergizi Gratis Seluruh Indonesia (AMMSI) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap penyesuaian operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan efisiensi anggaran serta memastikan pelaksanaan program berjalan secara transparan, efektif, dan akuntabel.

AMMSI menegaskan bahwa keberlanjutan program strategis nasional ini sangat bergantung pada pengawasan yang kuat. Setiap rupiah dari anggaran negara harus dipastikan tepat sasaran demi memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat luas.

Tolak Praktik di Luar Mekanisme Resmi

Dalam pernyataan resminya, AMMSI juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pihak asosiasi secara tegas menyatakan tidak boleh ada ruang bagi praktik-praktik yang menyimpang dari mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah keberadaan dapur operasional yang dipaksakan berjalan tanpa izin atau di luar ketentuan resmi. AMMSI menilai tindakan tersebut berpotensi memicu pemborosan anggaran negara dan dapat mencederai kepercayaan publik terhadap Program MBG yang tengah berjalan.

“Efisiensi anggaran harus berjalan beriringan dengan pengawasan yang kuat. Tidak boleh ada ruang bagi praktik-praktik ilegal, termasuk keberadaan dapur yang beroperasi di luar mekanisme resmi,” tulis AMMSI dalam siaran persnya.

Komitmen Kolaborasi Demi Masyarakat

Sebagai wadah para mitra, AMMSI berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Pengawalan ketat akan terus dilakukan agar Program MBG tetap berpegang teguh pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi.

Melalui tata kelola yang bersih dan berorientasi penuh pada kepentingan masyarakat, AMMSI optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi peningkatan kualitas hidup dan gizi generasi penerus bangsa (red).

LAINNYA