Gubernur Andra Soni Perkuat Sinergi Industri Peternakan untuk Kemandirian Ekonomi Banten

waktu baca 2 menit
Selasa, 30 Jun 2026 09:31 0 77 Redaksi

Kabupaten Tangerang|Eranews.id – Gubernur Banten Andra Soni memperkuat kolaborasi dengan dunia industri sebagai langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor peternakan. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha baru sekaligus memperkokoh ketahanan pangan di Provinsi Banten.

Komitmen itu ditegaskan Andra Soni saat melakukan kunjungan kerja ke PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Feedmill Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin (29/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Banten untuk melihat secara langsung proses produksi pakan ternak yang menjadi salah satu mata rantai penting industri perunggasan nasional.

Rangkaian peninjauan dimulai dari safety induction, dilanjutkan ke area sampling bahan baku, discipline area sebagai pusat pengendalian proses produksi, hingga finished product sebelum pakan didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut Andra Soni, kunjungan tersebut bukan sekadar melihat proses industri, melainkan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Banten mempelajari ekosistem peternakan modern yang telah terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Kami ingin menumbuhkan jiwa entrepreneur masyarakat, khususnya kelompok keluarga kurang mampu, agar bisa keluar dari kemiskinan melalui usaha peternakan,” ujar Andra Soni.

Ia menilai pengalaman dan praktik terbaik yang diterapkan industri dapat menjadi referensi dalam merancang berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang lebih efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.

Banten Miliki Potensi Besar Industri Peternakan

Andra Soni mengungkapkan, Provinsi Banten memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor peternakan. Saat ini terdapat sedikitnya 14 pabrik pakan ternak yang beroperasi di wilayah Banten dan menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri perunggasan nasional.

Keberadaan industri tersebut dinilai memberikan dampak ekonomi yang luas. Selain mendukung program ketahanan pangan, industri pakan ternak juga menggerakkan berbagai sektor usaha lainnya, mulai dari petani jagung sebagai pemasok bahan baku utama, petani padi melalui penyediaan dedak, hingga para peternak unggas yang menjadi ujung tombak produksi pangan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha, Pemprov Banten berharap dapat menciptakan ekosistem peternakan yang semakin kuat, membuka lapangan pekerjaan baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan sektor peternakan juga diyakini mampu menjadi salah satu strategi efektif dalam mengurangi angka kemiskinan melalui penciptaan usaha produktif berbasis masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional (rilis).

LAINNYA