RJI Resmi Lantik Kepengurusan Pusat 2026–2030, Dr. Arbain Pimpin Organisasi dan Prof. Mohammad Nur Rianto Al Arif Jabat Ketua Dewan Pengawas

waktu baca 3 menit
Sabtu, 18 Jul 2026 09:30 0 128 Redaksi

Jakarta|Eranews.id – Perkumpulan Relawan Jurnal Indonesia (RJI) resmi melantik jajaran kepengurusan pusat periode 2026–2030 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Ruang Pinus Lantai 5, Grand Whiz Poins Simatupang, Jakarta, Sabtu (18/7/2026). Pelantikan tersebut menetapkan Dr. Arbain, M.Pd. sebagai Ketua Pengurus Pusat RJI dan Prof. Dr. Mohammad Nur Rianto Al Arif, S.E., M.Si. sebagai Ketua Dewan Pengawas RJI.

Prosesi pelantikan menjadi puncak rangkaian kegiatan Hari Lahir (Harlah) Ke-10 RJI, Simposium Nasional, dan Musyawarah Nasional (Munas) IV Perkumpulan Relawan Jurnal Indonesia yang berlangsung pada 17–18 Juli 2026. Selain dihadiri secara langsung oleh pengurus, dewan pengawas, akademisi, editor jurnal, dan relawan dari berbagai daerah, kegiatan juga diikuti secara daring melalui platform Zoom Meeting.

Acara diawali dengan registrasi peserta dan coffee break sejak pukul 07.30 WIB. Selanjutnya, prosesi dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Relawan Jurnal Indonesia sebagai simbol semangat kebangsaan dan komitmen dalam membangun ekosistem publikasi ilmiah Indonesia.

Pelantikan tersebut menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru RJI periode 2026–2030, hasil keputusan Musyawarah Nasional IV yang sebelumnya menetapkan Dr. Arbain, M.Pd. sebagai Ketua Pengurus Pusat melalui mekanisme aklamasi, sementara Prof. Dr. Mohammad Nur Rianto Al Arif, S.E., M.Si. dipercaya memimpin Dewan Pengawas setelah memperoleh kesepakatan melalui proses musyawarah para calon.

Dalam sambutannya, Dr. Arbain menegaskan bahwa kepengurusan baru akan membawa RJI menjadi organisasi yang semakin adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi pengembangan publikasi ilmiah nasional.

Ia menyampaikan bahwa RJI akan terus memperkuat program pendampingan jurnal, peningkatan kapasitas editor dan reviewer, pengembangan jurnal menuju standar internasional, serta memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan berbagai organisasi profesi.

Salah satu program prioritas yang akan diperkuat adalah PANJI (Program Pendampingan Pengelolaan Jurnal Internasional) yang dirancang untuk membantu pengelola jurnal meningkatkan kualitas tata kelola editorial, memperluas jejaring akademik internasional, serta meningkatkan peluang jurnal Indonesia masuk ke berbagai indeks bereputasi dunia.

Selain itu, RJI juga akan mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan jurnal ilmiah secara bertanggung jawab. Teknologi tersebut dipandang sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan jurnal, namun tetap harus berada dalam koridor etika publikasi, integritas akademik, serta pengawasan manusia.

Sementara itu, Prof. Dr. Mohammad Nur Rianto Al Arif menyampaikan bahwa Dewan Pengawas akan menjalankan fungsi pengawasan secara profesional guna memastikan seluruh program organisasi berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), prinsip tata kelola organisasi yang baik (good governance), serta visi besar RJI dalam meningkatkan mutu publikasi ilmiah Indonesia.

Menurutnya, sinergi antara Dewan Pengawas dan Pengurus Pusat menjadi faktor penting dalam menjaga akuntabilitas organisasi sekaligus mendorong inovasi yang mampu menjawab tantangan dunia publikasi ilmiah di era transformasi digital.

Kepemimpinan baru RJI diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi di seluruh Indonesia, meningkatkan kapasitas ribuan pengelola jurnal, editor, reviewer, serta memperluas kontribusi organisasi dalam membangun ekosistem publikasi ilmiah yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing global.

Momentum Harlah Ke-10 RJI juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan organisasi selama satu dekade mendampingi pengelolaan jurnal ilmiah di Indonesia. Sejak berdiri, RJI telah menjadi salah satu organisasi yang aktif memberikan pelatihan, pendampingan akreditasi jurnal, penguatan Open Journal Systems (OJS), peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga membangun jejaring kolaborasi akademik di berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, RJI optimistis mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, pemanfaatan kecerdasan buatan, internasionalisasi jurnal, serta meningkatnya standar mutu publikasi ilmiah. Melalui kolaborasi yang semakin luas, RJI berkomitmen terus mendukung terwujudnya ekosistem publikasi ilmiah Indonesia yang unggul, kredibel, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan (rils).

LAINNYA