Prabowo Lantik Listyo Sigit sebagai Kepala Staf Kepresidenan

waktu baca 3 menit
Jumat, 2 Okt 2026 06:17 0 58 Redaksi

Jakarta|Eranews.id– Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Listyo menggantikan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman yang mendapat penugasan baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Pelantikan Listyo merupakan bagian dari perombakan atau reshuffle ketujuh Kabinet Merah Putih sejak Prabowo dilantik sebagai presiden.

Berdasarkan Keppres Nomor 105/P Tahun 2026

Pengangkatan Listyo sebagai Kepala Staf Kepresidenan didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 105/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Melalui keputusan yang sama, Presiden Prabowo melantik Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).

Presiden juga melantik Ariyanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan serta Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Dalam prosesi pelantikan, Listyo mengucapkan sumpah jabatan yang dipandu Presiden Prabowo.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” demikian salah satu penggalan sumpah yang diucapkan Listyo.

Sementara itu, Dudung Abdurachman dilantik menjadi Menko Polkam menggantikan Djamari Chaniago. Pergantian tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara.

Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Baru

Berakhirnya masa jabatan Listyo sebagai Kapolri diikuti dengan pengangkatan Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru.

Sebelum dilantik, Suyudi telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI. Pengangkatannya kemudian disetujui dalam Rapat Paripurna Ke-8 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027.

Presiden Prabowo selanjutnya melantik Suyudi sebagai Kapolri dan Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri di Istana Negara pada hari yang sama.

Dengan pergantian tersebut, masa jabatan Listyo sebagai Kapolri yang berlangsung sejak 27 Januari 2021 resmi berakhir setelah sekitar lima tahun delapan bulan.

Lahir di Ambon dan Lulusan Akpol 1991

Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991.

Kariernya di kepolisian dibangun melalui sejumlah penugasan di tingkat kepolisian sektor, kepolisian resor, kepolisian daerah, hingga Markas Besar Polri.

Pada 2011, Listyo dipercaya menjabat sebagai Kapolresta Surakarta. Ia kemudian menjadi ajudan Presiden Joko Widodo pada periode 2014–2016.

Setelah menyelesaikan tugas sebagai ajudan presiden, Listyo dilantik menjadi Kapolda Banten pada 2016. Ia memimpin Polda Banten hingga 2018 sebelum dipercaya menjabat Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Kariernya kembali meningkat ketika ditunjuk menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri pada Desember 2019.

Selain menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian, Listyo juga menyelesaikan pendidikan magister dalam bidang Kajian Ilmu Kepolisian di Universitas Indonesia.

Dilantik Menjadi Kapolri pada 2021

Presiden Joko Widodo melantik Listyo sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021. Sebelum pelantikan, DPR RI telah menyetujui pencalonannya setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan.

Listyo menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis yang memasuki masa pensiun. Saat dilantik, Listyo mengusung konsep transformasi Polri yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan atau Presisi.

Riwayat kelahiran, pendidikan, dan jabatan Listyo sebelum menjadi Kapolri juga tercatat dalam publikasi resmi Kantor Staf Presiden.

Hadapi Sejumlah Peristiwa Besar

Selama memimpin Polri, Listyo menghadapi berbagai kasus dan peristiwa besar yang menyita perhatian masyarakat.

Peristiwa tersebut antara lain kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang melibatkan Ferdy Sambo, tragedi Stadion Kanjuruhan, serta pengamanan demonstrasi besar pada Agustus 2025.

Berbagai peristiwa itu menjadi ujian terhadap profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian.

Setelah menyelesaikan tugas sebagai Kapolri, Listyo kini memasuki lingkungan pemerintahan sipil sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Dalam jabatan barunya, ia bertugas mendukung Presiden dalam pengendalian program prioritas nasional, komunikasi politik, dan penyelesaian berbagai persoalan strategis pemerintahan (red).

LAINNYA