Dian Sastrowardoyo Kembali ke Layar Lebar, Beradu Akting dengan Roy Sungkono

waktu baca 4 menit
Sabtu, 31 Okt 2026 22:46 0 19 Redaksi

Jakarta|Eranews.id – Aktris Dian Sastrowardoyo kembali menyapa penonton layar lebar melalui film terbaru berjudul Yang Datang dan Yang Pergi. Dalam film produksi Triximages dan Dash Pictures tersebut, Dian beradu akting dengan Roy Sungkono yang untuk pertama kalinya menjadi pasangan romantisnya dalam sebuah film.

Dian memerankan Sinta, seorang perempuan yang kehidupannya bersinggungan dengan cinta, rahasia keluarga, dan kenangan masa lalu. Sementara Roy berperan sebagai Banawan, teman masa kecil Sinta yang kembali hadir ketika keduanya telah dewasa.

Film garapan Nurman Hakim dan Nan Achnas ini tidak sekadar menghadirkan drama romantis, tetapi juga mengangkat persoalan hubungan antargenerasi, warisan keluarga, serta perjalanan seorang perempuan dalam menentukan masa depannya sendiri.

Cerita berpusat pada sebuah guest house tua peninggalan keluarga Sinta. Bangunan tersebut menyimpan berbagai kenangan dan rahasia tentang orang-orang yang pernah datang dan pergi. Di tempat inilah masa lalu dan masa kini saling bertemu, menghadirkan peristiwa yang memengaruhi kehidupan Sinta dan keluarganya.

Dalam official trailer yang telah dirilis, hubungan Sinta dan Banawan kembali terjalin setelah keduanya dipertemukan dalam kehidupan dewasa. Kehadiran Banawan membuka kembali kenangan masa kecil sekaligus menghadirkan dinamika hubungan yang penuh cerita.

Namun, Banawan bukan satu-satunya laki-laki yang hadir dalam kehidupan Sinta. Sejumlah tamu lain di guest house tersebut turut membawa harapan, cinta, hingga pengkhianatan. Berbagai peristiwa itu kemudian membentuk konflik yang berdampak pada kehidupan Sinta dan keluarganya.

Menariknya, cerita film ini berlangsung dalam tiga periode waktu berbeda, yakni 1965, 1999, dan 2026. Melalui perjalanan lintas waktu tersebut, penonton diajak menelusuri sejarah keluarga Sinta sekaligus memahami bagaimana masa lalu dapat memengaruhi kehidupan generasi berikutnya.

 

Roy Sungkono Pertama Kali Beradu Romansa dengan Dian Sastrowardoyo

Bagi Roy Sungkono, keterlibatannya dalam Yang Datang dan Yang Pergi menjadi pengalaman baru dalam perjalanan karier perfilmannya. Untuk pertama kalinya, Roy dipasangkan dengan Dian Sastrowardoyo dalam sebuah kisah romantis.

Roy menggambarkan Banawan sebagai sosok dari masa lalu Sinta yang kembali hadir ketika perempuan tersebut telah memasuki kehidupan dewasa. Hubungan keduanya menjadi bagian penting dari cerita yang mempertemukan kenangan masa kecil dengan realitas kehidupan saat ini.

 

“Banawan adalah orang lama dari masa lalu Sinta, yang kembali datang di kehidupannya saat dewasa. Guest house tua keluarga Sinta di film ini akan menjadi ruang tempat masa lalu dan masa kini bertemu, yang memperlihatkan bagaimana sejarah keluarga bisa mempengaruhi kehidupan generasi berikutnya,” ujar Roy Sungkono dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10).

 

Mengangkat Kisah Perempuan Menentukan Masa Depan

 

Di balik hubungan Sinta dan Banawan, Yang Datang dan Yang Pergi juga mengangkat persoalan tentang identitas perempuan, warisan keluarga, dan kebebasan menentukan pilihan hidup.

 

Penulis, produser, sekaligus sutradara film, Nurman Hakim, mengatakan cerita ini mengeksplorasi bagaimana masa lalu membentuk kehidupan seseorang. Namun, warisan cerita dari generasi sebelumnya tidak harus membuat seseorang mengulangi jalan hidup yang sama.

 

“Setiap generasi tentunya mewarisi cerita dari generasi sebelumnya. Namun, tidak semua cerita harus berakhir dengan cara yang sama,” ujar Nurman.

 

Sementara itu, Nan Achnas menyoroti pentingnya kebebasan perempuan dalam menentukan arah kehidupannya sendiri. Menurutnya, setiap generasi memiliki kesempatan untuk memidlih hal-hal yang ingin dipertahankan maupun ditinggalkan dari masa lalu.

 

“Setiap generasi memiliki kesempatan untuk menentukan apa yang ingin dipertahankan dan apa yang ingin ditinggalkan. Bagi perempuan, pilihan tersebut juga berkaitan dengan hak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri,” kata Nan.

 

Pandangan tersebut sejalan dengan Dian Sastrowardoyo dalam memaknai karakter Sinta. Menurut Dian, tokoh yang diperankannya menggambarkan perempuan yang tidak hanya menerima warisan masa lalu, tetapi juga memiliki kendali atas masa depannya.

 

“Di film ini, karakter Sinta diperlihatkan sebagai perempuan yang bukan hanya sebagai penerima warisan masa lalu, tetapi juga sebagai individu yang memiliki pilihan terhadap masa depannya, dan menurut saya itu juga sangat merefleksikan apa yang dialami oleh banyak perempuan hingga saat ini,” ujar Dian.

 

Reuni Dian Sastrowardoyo dengan Nurman Hakim dan Nan Achnas

 

Keterlibatan Dian dalam film ini sekaligus menjadi momen reuni dengan dua sineas yang pernah bekerja sama dengannya dalam perjalanan karier perfilman Indonesia.

 

Dian sebelumnya berkolaborasi dengan Nurman Hakim melalui film 3 Doa 3 Cinta (2008). Sementara bersama Nan Achnas, Dian pernah terlibat dalam film Pasir Berbisik (2001), salah satu karya ikonik perfilman Indonesia.

 

Kolaborasi tersebut kembali mempertemukan pengalaman ketiganya dalam sebuah cerita dengan karakter dan persoalan kehidupan yang berbeda.

 

Selain Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono, film ini turut dibintangi Dimas Aditya, David Ari Wibowo, dan Retno Soetarto. Dimas juga kembali bekerja sama dengan Nurman Hakim setelah sebelumnya terlibat dalam film Bid’ah Cinta (2017).

 

Melalui perpaduan drama romantis, rahasia keluarga, dan perjalanan lintas generasi, Yang Datang dan Yang Pergi menghadirkan cerita tentang cinta yang kembali berjumpa dengan masa lalu. Film ini sekaligus mengajak penonton melihat bagaimana seseorang dapat mengambil pelajaran dari sejarah keluarga tanpa harus menjadikan masa lalu sebagai batas dalam menentukan masa depan.

 

Film garapan Nurman Hakim dan Nan Achnas ini dijadwap Indonesia mulai 3 Desember 2026. (Ril)

LAINNYA